IFA.id -- Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) untuk mulai menjajaki program business matching ekspor pada Mei 2025.
Langkah ini bertujuan memperluas pasar waralaba Indonesia ke mancanegara dan meningkatkan kontribusi sektor jasa dalam ekspor nasional.
Saat ini, program business matching Kemendag didominasi oleh produk barang, dan keikutsertaan waralaba diharapkan menambah keragaman komoditas yang ditawarkan.
Baca Juga: Dari Banker ke Pengusaha Madu: Perjalanan Andoni Pridatama Membangun Sarang Maduku
Business matching ini merupakan bagian dari program prioritas Kemendag untuk perluasan pasar ekspor, di mana pelaku usaha dapat mempresentasikan produk mereka kepada perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara akreditasi, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang kemudian akan mencarikan calon pembeli mancanegara.
Jika ada ketertarikan, sesi business matching akan diadakan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di negara tujuan ekspor.
Mendag juga menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan nasional melalui waralaba, yang dapat memberikan akses lebih mudah untuk memulai usaha dengan sistem bisnis yang terstandardisasi dan dukungan berkelanjutan.
Baca Juga: ZUS Coffee, Raksasa Kopi Malaysia, Siap Ekspansi ke Indonesia dan Asia Tenggara
Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia berada di angka 3,4 persen, lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Thailand yang sudah lebih dari 4 persen, Singapura 8,7 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.
Pemerintah bersama AFI berkomitmen untuk terus menumbuhkan waralaba di dalam negeri dan untuk tujuan ekspor.
Pada 2024, sektor waralaba telah menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja, mencatatkan omzet hingga Rp143,25 triliun, dan mengelola lebih dari 48 ribu gerai, baik milik sendiri maupun yang diwaralabakan.
Artikel Terkait
CFA Society Indonesia Gelar Konferensi Investasi Kedua, Bahas Peran AI dalam Keuangan dan Investasi
Antam Ingin Kelola Lagi IUP yang Dicabut, ESDM Tegaskan Harus Lewat Lelang
CELIOS dan Greenpeace: Fokus Energi Terbarukan Bisa Serap 20 Juta Tenaga Kerja
ZUS Coffee, Raksasa Kopi Malaysia, Siap Ekspansi ke Indonesia dan Asia Tenggara
Dari Banker ke Pengusaha Madu: Perjalanan Andoni Pridatama Membangun Sarang Maduku