Kamis, 4 Juni 2026

Di Beijing, Menlu RI Tegaskan Netralitas Indonesia dalam Perang Dagang Global

- Rabu, 23 April 2025 | 23:57 WIB
Menlu RI tegaskan netralitas Indonesia dalam perang dagang global saat hadiri forum diplomasi 2+2 di Beijing bersama delegasi China. (Foto/Menlu RI)
Menlu RI tegaskan netralitas Indonesia dalam perang dagang global saat hadiri forum diplomasi 2+2 di Beijing bersama delegasi China. (Foto/Menlu RI)

 

IFA.id -- Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan sikap tegas Indonesia dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika Serikat dan China di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang dagang global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan 2+2 antara Indonesia dan China yang berlangsung di Beijing pada Senin (21/4/2025). 

Dalam forum diplomasi dan pertahanan tersebut, Sugiono menekankan bahwa kerja sama yang seimbang dan konstruktif dengan kedua kekuatan besar dunia merupakan kunci bagi stabilitas dan kepentingan nasional Indonesia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Wakil PM Malaysia, Kawan Lama di masa Muda

"Kerja sama yang seimbang dan konstruktif dengan China dan AS adalah kunci bagi stabilitas dan kepentingan nasional kita," ujar Sugiono di hadapan delegasi China. 

Pertemuan 2+2 ini dianggap sebagai momentum strategis untuk mempererat komunikasi lintas sektor antara Indonesia dan China.

Kedua negara membahas arah baru kerja sama bilateral di berbagai bidang, serta membangun kepercayaan antara kedua pihak. 

Baca Juga: IMF Peringatkan Dampak Tarif Trump: Pertumbuhan Ekonomi Global Terancam Melambat

Sugiono juga menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap dampak perang tarif antara negara-negara besar yang mulai berimbas pada negara berkembang.

Ia menekankan pentingnya dialog terbuka untuk mencari solusi bersama, karena perang tarif hanya memperlebar jurang ketidakpastian global. 

Sebagai informasi, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan investor utama dalam sejumlah proyek pembangunan strategis nasional.

Baca Juga: Itinerary Liburan Seru 3 Hari 2 Malam di Jakarta: Wisata, Kuliner, dan Hiburan

Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1950 dan kini berada dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif. 

Sebagai hasil pertemuan, kedua negara sepakat untuk melanjutkan dialog 2+2 dalam pertemuan lanjutan yang akan digelar di Indonesia pada 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X