IFA.id -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa piutang pembiayaan syariah yang disalurkan oleh perusahaan multifinance mencapai Rp28,24 triliun pada Februari 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh diversifikasi dan penambahan produk pembiayaan syariah baru yang diajukan oleh beberapa perusahaan pembiayaan.
Baca Juga: Hyundai Hentikan Sementara Produksi Ioniq 5 dan Kona Akibat Penurunan Permintaan Ekspor
Selain itu, peningkatan pembiayaan investasi dan pembiayaan jasa turut berkontribusi pada pertumbuhan positif sektor ini.
Agusman juga menyatakan bahwa pembiayaan syariah oleh multifinance diperkirakan akan terus tumbuh positif pada tahun 2025, seiring dengan semakin beragamnya produk pembiayaan syariah yang ditawarkan.
Secara keseluruhan, industri pembiayaan (multifinance) mengalami pertumbuhan sebesar 5,92% YoY pada Februari 2025, dengan total piutang mencapai Rp507,02 triliun.
Baca Juga: Perundingan RI-AS Akan Tentukan Langkah Baru dalam Hubungan Dagang dalam 60 Hari ke Depan
Namun, tren pertumbuhan industri ini menunjukkan penurunan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 7,27% pada November 2024, 6,92% pada Desember 2024, dan 6,04% pada Januari 2025.
Meskipun demikian, sektor pembiayaan syariah menunjukkan kinerja yang lebih baik, mencerminkan minat yang terus meningkat dari masyarakat terhadap produk keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
OJK berharap tren positif ini dapat berlanjut, dengan semakin banyaknya perusahaan pembiayaan yang mengembangkan produk syariah dan masyarakat yang semakin sadar akan manfaat serta keunggulan dari pembiayaan berbasis syariah.
Artikel Terkait
PBB Peringatkan Risiko Resesi Global, Negara Berkembang Terancam 'Badai Sempurna'
Trump Optimistis Capai Kesepakatan Dagang dengan China di Tengah Ketegangan Perang Tarif
Harga Emas Antam Stabil di Akhir Pekan, Tetap Rp1.965.000 per Gram
Perundingan RI-AS Akan Tentukan Langkah Baru dalam Hubungan Dagang dalam 60 Hari ke Depan
Hyundai Hentikan Sementara Produksi Ioniq 5 dan Kona Akibat Penurunan Permintaan Ekspor