IFA.id -- BlueBand, merek dagang dari Flora Food Group, memperkenalkan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk "BlueBand Professional UMKM Star #AhlinyaRasaSukses".
Inisiatif ini bertujuan memberikan solusi berkualitas dan ekonomis bagi UMKM di sektor kuliner.
Program yang berlangsung dari Februari hingga Juni 2025 ini mencakup kompetisi digital, kelas master yang dipandu oleh para ahli, serta dukungan bisnis praktis. Kegiatan tersebut akan diadakan di tiga kota besar: Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Baca Juga: Realisasi APBN 2025 Capai Rp250 Triliun, Sri Mulyani Pastikan Pengelolaan Prudent dan Efisien
Ade Savitri, Direktur Pemasaran PT Flora Food Indonesia, menyatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan BlueBand dalam mendukung UMKM kuliner Indonesia.
"Dengan menggabungkan BlueBand Master Cake Margarine kemasan ekonomis dan program pengembangan bisnis yang komprehensif, kami membantu para pengusaha kuliner menghadapi tantangan pasar sekaligus mempertahankan daya saing mereka," ujar Ade.
Sebagai bagian dari program, BlueBand bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memberikan solusi akses permodalan bagi UMKM kuliner.
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Fundamental, Bukan Sekadar Teknis
Tika Larasati HP., dari Departemen Inkubasi Bisnis & Manajemen Pemangku Kepentingan BNI, menekankan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memotivasi UMKM untuk berkembang dan naik kelas.
Kompetisi digital yang berlangsung pada Februari hingga Maret 2025 berfokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk perluasan pasar.
UMKM dapat berpartisipasi dengan mengunggah kreasi kuliner mereka menggunakan produk BlueBand dan menyertakan tagar #UMKMStar #AhlinyaRasaSukses, dengan kesempatan memenangkan hadiah berupa dukungan pendanaan usaha, pelatihan kuliner, dan publikasi usaha.
Artikel Terkait
Ekonomi Nasional Diuji, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas dan Daya Tahan
Libur Lebaran, Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rp1 Triliun
IHSG Anjlok 9,19% di Pembukaan, BEI Hentikan Perdagangan Sementara
Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Fundamental, Bukan Sekadar Teknis
Realisasi APBN 2025 Capai Rp250 Triliun, Sri Mulyani Pastikan Pengelolaan Prudent dan Efisien