IFA.id -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dilakukan secara hati-hati dan efisien.
Hingga akhir Maret 2025, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp250 triliun, atau 40,6% dari target tahunan.
Dari jumlah tersebut, pembiayaan melalui utang tercatat sebesar Rp270,4 triliun (34,8% dari target), sementara pembiayaan non-utang mencapai Rp20,4 triliun (12,8% dari target).
Baca Juga: Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Fundamental, Bukan Sekadar Teknis
Sri Mulyani menekankan bahwa meskipun terdapat berbagai program pemerintah, APBN tetap dirancang secara prudent dan berkelanjutan.
Belanja negara hingga Maret 2025 menunjukkan pola yang lebih seimbang dibanding tahun sebelumnya.
Realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp196 triliun, sedangkan belanja non-K/L, termasuk subsidi dan pembayaran pensiun, mencapai Rp217 triliun.
Baca Juga: IHSG Anjlok 9,19% di Pembukaan, BEI Hentikan Perdagangan Sementara
Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memitigasi tekanan di sektor keuangan.
Sri Mulyani menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi fiskal dalam menghadapi ketidakpastian global.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa APBN 2025 dikelola secara efektif demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Plt Camat Nibung Hangus Ditangkap Saat Konsumsi Narkoba di Kisaran
Ekonomi Nasional Diuji, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas dan Daya Tahan
Libur Lebaran, Ekspor Perikanan Indonesia Tembus Rp1 Triliun
IHSG Anjlok 9,19% di Pembukaan, BEI Hentikan Perdagangan Sementara
Pelemahan Rupiah Dipicu Faktor Fundamental, Bukan Sekadar Teknis