IFA.id -- Bank Indonesia melaporkan bahwa posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2025 mencapai US$427,5 miliar, meningkat 5,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan ULN sektor publik, termasuk pemerintah dan bank sentral.
ULN pemerintah tercatat sebesar US$204,8 miliar pada Januari 2025, tumbuh 5,3% year-on-year.
Peningkatan ini terkait dengan aliran masuk modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Gaikindo Optimis Penjualan Kendaraan Baru Meningkat Didukung Momentum Lebaran
Penggunaan ULN pemerintah difokuskan pada sektor-sektor prioritas, antara lain:
-
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,6%
-
Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 17,8%
-
Jasa Pendidikan: 16,6%
-
Konstruksi: 12,1%
-
Jasa Keuangan dan Asuransi: 8,2%
Baca Juga: Prabowo Resmikan Pabrik Pemurnian Emas Freeport di KEK Gresik
Sementara itu, ULN swasta menurun 1,7% year-on-year, mencapai US$194,4 miliar pada Januari 2025. Penurunan ini terutama terjadi pada lembaga keuangan yang mengalami kontraksi 2,3%.
Sektor-sektor ekonomi dengan porsi ULN swasta terbesar meliputi:
Artikel Terkait
Menilik Kekayaan Pemilik Blue Bird dan Proyeksi Kinerja Positif 2024
46 Lembaga Penyalur KUR 2025: Peluang Modal Usaha bagi UMKM
Mixue Lampaui McDonald's, Menjadi Jaringan Makanan Terbesar Dunia
Prabowo Resmikan Pabrik Pemurnian Emas Freeport di KEK Gresik
Gaikindo Optimis Penjualan Kendaraan Baru Meningkat Didukung Momentum Lebaran