IFA.id -- Pada masa Nabi Muhammad SAW, praktik muamalah yang sesuai dengan prinsip syariah telah diterapkan.
Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai Al-Amin (yang dapat dipercaya), sering dipercaya oleh masyarakat Mekah untuk menyimpan harta mereka.
Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi meminta Ali bin Abi Thalib RA untuk mengembalikan semua harta titipan kepada pemiliknya, menunjukkan prinsip kepercayaan dan tanggung jawab dalam pengelolaan aset, yang menjadi dasar fungsi perbankan modern.
Pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, fungsi perbankan mulai berkembang. Pada era Abbasiyah, individu dapat menjalankan ketiga fungsi perbankan: menerima simpanan, menyalurkan dana, dan mentransfer uang.
Istilah seperti naqid, sarraf, dan jihbiz muncul untuk merujuk pada ahli penukar uang, yang merupakan cikal bakal money changer modern.
Pada masa Khalifah Muqtadir (908-932 M), peran bankir menjadi semakin penting, dengan penggunaan cek (saq) sebagai alat pembayaran dan kemampuan transfer uang antarnegara tanpa memindahkan uang secara fisik.
Ketika perbankan berkembang di Eropa dengan praktik riba (bunga) yang umum, peradaban Islam mengalami kemunduran, dan negara-negara Muslim jatuh ke dalam kolonialisme Eropa.
Akibatnya, lembaga-lembaga ekonomi Islam digantikan oleh sistem keuangan Eropa berbasis bunga, yang berlangsung hingga zaman modern, di mana mayoritas bank di negara-negara Muslim mengadopsi sistem konvensional.
Baca Juga: Sandiaga Uno Resmikan Gerai Super Petani untuk Tekan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani
Upaya mendirikan bank syariah modern dimulai pada pertengahan abad ke-20. Konsep teoritis perbankan syariah pertama kali muncul pada tahun 1940-an, dengan ide perbankan berbasis bagi hasil.
Pemikir seperti Anwar Qureshi, Naiem Siddiqi, dan Mahmud Ahmad mengemukakan gagasan tentang sistem perbankan tanpa bunga.
Upaya praktis pertama dilakukan di Pakistan pada tahun 1940-an dengan mengelola dana haji, meskipun belum sepenuhnya berhasil.
Baca Juga: Ciplaz Garut dan Depok Hadirkan Foodcourt Estetik dengan Sentuhan Kearifan Lokal untuk Dukung UMKM
Artikel Terkait
INALUM Catat Pertumbuhan Laba Bersih 99% pada 2024, Siap Tingkatkan Produksi Aluminium Nasional
Ciplaz Garut dan Depok Hadirkan Foodcourt Estetik dengan Sentuhan Kearifan Lokal untuk Dukung UMKM
Sandiaga Uno Resmikan Gerai Super Petani untuk Tekan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani
Bank Mandiri Mulai Pembangunan Menara Mandiri Kendari untuk Perkuat Layanan Keuangan di Sulawesi Tenggara
Dari Penjual Koran hingga Pemilik JIExpo: Perjalanan Sukses Murdaya Widyawimarta Poo