IFA.id -- Murdaya Widyawimarta Poo, lahir di Blitar pada 12 Januari 1946, memulai kariernya sebagai penjual koran hingga usia 26 tahun. Meskipun sederhana, pekerjaan ini dijalaninya dengan tekun dan penuh dedikasi.
Pada tahun 1972, bersama istrinya, Siti Hartati Murdaya, yang dinikahinya setahun sebelumnya, Murdaya memulai bisnis di bidang konstruksi.
Melihat peluang besar di sektor ini, mereka berhasil mengembangkan usaha tersebut dengan pesat.
Baca Juga: Perkembangan Perbankan Syariah: Dari Masa Nabi Muhammad SAW hingga Kehadirannya di Indonesia
Kesuksesan di bidang konstruksi mendorong Murdaya untuk mendirikan PT Central Cipta Murdaya (CCM) Group pada tahun 1984.
Kini, CCM Group menaungi lebih dari 50 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk listrik, perdagangan, engineering, infrastruktur, teknologi informasi, manufaktur, agribisnis, kehutanan, dan properti.
Salah satu pencapaian terbesar Murdaya adalah pendirian Jakarta International Expo (JIExpo) di Kemayoran.
Pada tahun 1992, CCM berhasil mendapatkan proyek besar untuk mendirikan JIExpo, yang kini menjadi salah satu pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia dengan total area indoor lebih dari 50.000 meter persegi.
Selain itu, Murdaya juga aktif di sektor properti melalui PT Metropolitan Kentjana, yang mengembangkan kawasan elit seperti Pondok Indah dan Puri Indah.
Ia tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama di PT Metropolitan Kentjana dengan kepemilikan saham sebesar 47,47%. Perusahaan ini telah membangun beberapa pusat perbelanjaan ternama, termasuk Pondok Indah Mall.
Artikel Terkait
INALUM Catat Pertumbuhan Laba Bersih 99% pada 2024, Siap Tingkatkan Produksi Aluminium Nasional
Ciplaz Garut dan Depok Hadirkan Foodcourt Estetik dengan Sentuhan Kearifan Lokal untuk Dukung UMKM
Sandiaga Uno Resmikan Gerai Super Petani untuk Tekan Harga Pangan dan Sejahterakan Petani
Bank Mandiri Mulai Pembangunan Menara Mandiri Kendari untuk Perkuat Layanan Keuangan di Sulawesi Tenggara
Perkembangan Perbankan Syariah: Dari Masa Nabi Muhammad SAW hingga Kehadirannya di Indonesia