IFA.id -- Bank DKI telah meluncurkan fitur QRIS Tap NFC dalam aplikasi JakOne Mobile, memungkinkan pengguna melakukan transaksi non-tunai dengan menempelkan perangkat seluler pada mesin pembayaran yang mendukung teknologi Near Field Communication (NFC).
Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Menteri Perhubungan RI, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo.
Perwakilan dari sektor transportasi dan layanan publik, seperti MRT Jakarta dan TransJakarta, juga turut hadir.
Baca Juga: Perjalanan George Quek Meng Tong: Dari Penjual Permen Tradisional hingga Pendiri BreadTalk
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa penerapan QRIS Tap NFC dalam JakOne Mobile merupakan bagian dari transformasi digital Bank DKI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih efisien dan inklusif di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa fitur ini memudahkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum, dalam melakukan pembayaran non-tunai pada moda transportasi seperti MRT dan TransJakarta.
Untuk menggunakan fitur QRIS Tap NFC, pengguna perlu memastikan perangkat seluler mereka memiliki fitur NFC dan aplikasi JakOne Mobile versi terbaru.
Baca Juga: Menteri Perdagangan: Produk Fesyen Lokal Berpotensi Tinggi untuk Ekspor
Setelah itu, pengguna dapat membuka aplikasi, memilih opsi pembayaran QRIS Tap, dan menempelkan perangkat pada mesin pembayaran yang mendukung NFC untuk menyelesaikan transaksi.
Penerapan teknologi ini sejalan dengan upaya digitalisasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung konsep smart city.
Dengan adanya QRIS Tap NFC, masyarakat dapat menikmati transaksi yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi dalam satu aplikasi.
Artikel Terkait
Dua Kecelakaan di Jalur Puncak Cianjur: Satu Tewas, Lima Luka-Luka
Gelombang PHK Melanda Industri Tekstil, Pemerintah Ambil Langkah Strategis
Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga pada Maret 2025: Analisis dan Dampaknya
Menteri Perdagangan: Produk Fesyen Lokal Berpotensi Tinggi untuk Ekspor
Perjalanan George Quek Meng Tong: Dari Penjual Permen Tradisional hingga Pendiri BreadTalk