Produk minyak kayu putihnya kemudian dikemas dalam botol berbagai ukuran, mulai dari 40 mililiter hingga 600 mililiter, dengan harga jual antara Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung ukuran botol.
Kisah Barend Uspitany menunjukkan ketekunan dan inovasi dalam menghadapi tantangan hidup sebagai pengungsi.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal dan memberdayakan komunitas sekitarnya, ia berhasil membangun usaha yang tidak hanya menopang keluarganya tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Suli.
Artikel Terkait
Pemkot Cirebon Hadirkan Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan untuk Stabilkan Harga
Presiden Prabowo Bentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Harga Emas Tetap Bullish, Pasar Nantikan Data Ekonomi Terbaru AS
Rupiah Menguat Signifikan Sejak Awal 2025, BI Ungkap Faktor Pendorong
Perjalanan Michio Suzuki: Dari Mesin Tenun hingga Industri Otomotif Global