IFA.id Ferry Yuliana, pendiri Gendhis Bag, telah menekuni bisnis tas anyaman berbahan tanaman asli Indonesia seperti mendong, rotan, dan enceng gondok selama 15 tahun.
Produk-produk Gendhis Bag tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Namun, pengalaman menghadapi kendala dalam transaksi dengan pembeli luar negeri membuat Ferry menyadari pentingnya pasar lokal sebagai penopang utama bisnisnya.
Baca Juga: Diajeng Lestari: Inspirasi di Balik Kesuksesan HIJUP
Ia pernah mengalami kasus di mana pembeli asing tidak menyelesaikan pembayaran sesuai kesepakatan, sehingga barang tertahan dan memerlukan waktu lama untuk dijual kembali.
Situasi ini mendorongnya untuk lebih fokus pada pasar domestik yang memberikan kepastian dan perputaran uang lebih cepat.
Ferry menekankan bahwa pasar lokal memberikan keuntungan berupa transaksi tunai yang langsung, berbeda dengan sistem pembayaran online yang rentan terhadap risiko.
Baca Juga: Mad Bagel: Sukses Bisnis Roti Bagel di Tengah Pandemi Berkat E-commerce
Baginya, kepuasan konsumen dan kesejahteraan karyawan adalah prioritas utama dalam menjalankan bisnis.
Selain itu, ia percaya bahwa menjalankan usaha tidak semata-mata tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang passion, hobi, dan keseimbangan hidup.
Dengan fokus pada pasar lokal, Ferry Yuliana berhasil menjaga keberlanjutan bisnis Gendhis Bag, sekaligus memberdayakan pengrajin lokal dan melestarikan budaya anyaman Indonesia.
Artikel Terkait
Ketahanan Sistem Keuangan: Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah Pastikan Stabilitas Harga dan Pasokan Daging Ayam Selama Ramadan dan Idul Fitri 2025
Perjalanan Holland Bakery: Dari Karang Bolong hingga 470 Gerai di Seluruh Indonesia
Mad Bagel: Sukses Bisnis Roti Bagel di Tengah Pandemi Berkat E-commerce
Diajeng Lestari: Inspirasi di Balik Kesuksesan HIJUP