IFA.id -- Vanilla Hijab dikenal sebagai salah satu brand hijab lokal yang sukses dengan ciri khas warna pastelnya.
Di balik kesuksesan ini, terdapat kisah perjuangan kakak beradik Atina Maulina (Founder) dan Intan Kusuma Fauzia (CEO) yang merintis bisnis ini dari nol.
Pada tahun 2013, mereka memulai usaha dengan modal nekat, belajar secara otodidak, dan menjual hijab dari barang yang mereka beli di Thamrin City.
Saat itu, Atina bahkan belum berhijab, sedangkan Intan baru mulai mengenakan hijab. Mereka mencari tahu sendiri tentang bahan, ukuran, dan proses produksi dengan bertanya langsung kepada pedagang kain dan penjahit di Pasar Mayestik.
Baca Juga: KAMI IDEA: Rahasia Sukses 12 Tahun Merek Modest Fashion Lokal
Selama tiga tahun pertama, Vanilla Hijab fokus hanya menjual hijab segi empat dan pashmina karena keterbatasan kemampuan dalam desain dan produksi pakaian.
Mereka pun mengadopsi sistem pre-order (PO) untuk mengatasi keterbatasan modal, dengan cara menawarkan berbagai pilihan kain kepada pelanggan melalui Instagram dan Blackberry Messenger (BBM).
Jika ada yang tertarik, mereka akan kembali ke pasar untuk membeli kain dan menjahitkannya sebelum dijual.
Seiring berkembangnya bisnis, mereka mulai memperluas produk ke pakaian muslim dengan tetap mempertahankan ciri khasnya.
Baca Juga: Feny Mustafa, Pelopor Busana Muslim yang Membangun Shafira dan Zoya Hingga Melegenda
Dukungan dari sang ibu mendorong mereka untuk lebih serius dalam bisnis ini. Setelah berhasil mengumpulkan modal dari penjualan hijab, mereka mulai membeli stok kain dalam jumlah besar dan mencari konveksi sendiri.
Strategi bisnis Vanilla Hijab pun terus berkembang. Mereka tidak hanya fokus pada kualitas produk tetapi juga membangun identitas brand melalui media sosial.
Instagram menjadi alat pemasaran utama mereka, dan hingga kini, akun resmi Vanilla Hijab telah memiliki lebih dari 2,4 juta pengikut.
Selain sukses dalam bisnis, Vanilla Hijab juga aktif dalam berbagai program sosial. Setiap penjualan produknya turut menyumbangkan donasi, seperti membantu pembangunan sekolah di daerah terpencil hingga memberikan bantuan untuk Rumah Tahfidz di Jayapura, Papua.
Artikel Terkait
PT Madukoro Lestari Salurkan Bantuan Sembako untuk 100 Keluarga Terdampak Banjir di Pelalawan
Haidhar Wurjanto, Sukses Bawa Es Teh Indonesia ke Puncak Bisnis Minuman
Ria Miranda: Perjalanan Merintis Bisnis Busana Muslim dari Blog hingga Sukses di Industri Fashion
Feny Mustafa, Pelopor Busana Muslim yang Membangun Shafira dan Zoya Hingga Melegenda
KAMI IDEA: Rahasia Sukses 12 Tahun Merek Modest Fashion Lokal