IFA.id -- Awalnya, Novi Listiana merasa malu menjalani profesi sebagai petani. Ada anggapan bahwa bertani adalah pekerjaan kotor dengan penghasilan yang tidak menentu.
Namun, seiring waktu, ia mulai menyadari bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sebuah ladang bisnis yang menjanjikan.
Kini, ia semakin bangga menjadi petani dan berusaha menunjukkan bahwa pertanian adalah profesi yang mulia serta memiliki masa depan cerah.
Sebelum beralih menjadi petani, Novi adalah seorang penyanyi dangdut. Dunia hiburan yang penuh gemerlap lambat laun membuatnya lelah, terutama dengan stigma negatif yang sering ia terima.
Baca Juga: Lulusan ITS Memilih Jadi Petani Kentang dan Kembangkan Pertanian di Kampung Hingga ke Mancanegara
Setelah menikah dan pindah ke desa, ia mulai belajar bertani dan akhirnya menemukan kebahagiaan dalam profesi barunya.
Keputusan untuk meninggalkan dunia hiburan dan fokus di pertanian menjadi langkah besar yang mengubah hidupnya.
Dalam mengelola pertaniannya, ia menerapkan dua metode, yakni organik dan konvensional.
Meski masih menggunakan bahan kimia dalam beberapa aspek, ia bercita-cita untuk beralih sepenuhnya ke sistem organik.
Baca Juga: Basith Fasdiakto, Petani Muda yang Ubah Lahan Kosong di Bantul Jadi Pertanian Terpadu
Ia percaya bahwa pertanian organik tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.
Sistem pemasaran hasil pertaniannya pun sudah tertata dengan baik. Di desanya, pedagang datang langsung ke petani saat masa panen, sehingga ia tidak perlu repot membawa hasil pertaniannya ke pasar.
Selain itu, Novi juga aktif menggunakan media sosial untuk berbagi ilmu dan menginspirasi generasi muda agar tertarik bertani.
Lewat platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram, ia membuktikan bahwa pertanian bukanlah pekerjaan yang kuno, melainkan bisa menjadi peluang bisnis modern yang menguntungkan.
Artikel Terkait
Fitri, Sukses Bangun Juragan Dimsum dari Gerobak Hingga Supplier Nasional
Santri Sukses Budidaya Jamur Merang, Produksi Ratusan Kilo Berkat Inovasi dan Ketekunan
Sherwin Galingging: Petani Muda yang Sukses Berkat Inovasi dan Pemasaran Digital
Basith Fasdiakto, Petani Muda yang Ubah Lahan Kosong di Bantul Jadi Pertanian Terpadu
Lulusan ITS Memilih Jadi Petani Kentang dan Kembangkan Pertanian di Kampung Hingga ke Mancanegara