IFA.id -- Hergo Yunanto, seorang petani tambak di Purworejo, membuktikan bahwa budidaya udang vaname bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.
Memulai usaha ini sejak 2003, ia melihat potensi besar dari siklus panen yang cepat dan keuntungan yang bisa mencapai 100% hanya dalam dua siklus panen.
Namun, ia harus menghadapi tantangan seperti penyakit, perubahan iklim, dan manajemen tambak yang tepat.
Baca Juga: Raup Cuan dari Budidaya Alpukat, Pasar Ekspor Menjanjikan!
Proses budidaya dimulai dengan persiapan tambak, yang membutuhkan waktu sekitar lima hari untuk diisi air payau menggunakan sistem pompa.
Ia juga harus memasang kincir air untuk menjaga sirkulasi dan kualitas air. Setelah itu, bibit udang ditebar dan diberi pakan secara teratur, mulai dari butiran kecil hingga pakan yang lebih besar sesuai dengan pertumbuhan udang.
Keberhasilan panen sangat bergantung pada perawatan yang tepat. Jika dikelola dengan baik, setiap 1.000 meter persegi tambak dapat menghasilkan hingga 2 ton udang, dengan harga jual mencapai Rp 49,5 juta per ton.
Baca Juga: Untung Ganda! Agus Nurmansyah Panen Ribuan Telur Bebek dan Lele dalam Satu Kandang
Udang hasil panen ini biasanya dikirim ke Jakarta atau Surabaya untuk diproses lebih lanjut sebelum dijual ke pasar.
Dengan keuntungan yang besar, banyak petani udang vaname mampu meningkatkan taraf hidup mereka, bahkan membeli barang berharga seperti mobil hanya dari satu kali panen.
Kesuksesan ini menjadikan budidaya udang vaname sebagai salah satu peluang bisnis yang menjanjikan di sektor perikanan.
Artikel Terkait
Ciptakan Peluang Sendiri! Kisah Pengusaha Muda Bangun Usaha dari Tabungan Semasa Kuliah
Hobi Melipat Kertas Jadi Ladang Cuan! Rauf Rapanus Sukses Bangun Ichinogami Papercraft
Rojo Zupa: Hangatnya Perjuangan di Balik Semangkuk Zuppa
Untung Ganda! Agus Nurmansyah Panen Ribuan Telur Bebek dan Lele dalam Satu Kandang
Raup Cuan dari Budidaya Alpukat, Pasar Ekspor Menjanjikan!