IFA.id -- Mencari peluang bisnis tidak selalu berarti harus menunggu kesempatan datang, tetapi bisa diciptakan sendiri.
Hal ini disadari oleh seorang pengusaha muda yang memulai usahanya dari nol dengan menabung sejak kuliah.
Baginya, peluang bisa ditemukan dalam kebutuhan sehari-hari yang belum terpenuhi oleh pasar.
Saat pandemi Covid-19 melanda, ia melihat perubahan drastis dalam kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Menyeimbangkan Karier, Bisnis, dan Sosial: Perjalanan Inspiratif Kang Bayu
Jika sebelumnya makanan dan listrik menjadi prioritas, kini akses internet, terutama WiFi, menjadi kebutuhan utama.
Kesadaran ini mendorongnya untuk mengembangkan bisnis yang relevan dengan kebutuhan saat itu, seperti menyediakan UPS agar koneksi internet tetap stabil saat listrik padam.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia mencoba membuat produknya sendiri, namun mengalami kegagalan.
Namun, dari setiap kegagalan itulah ia belajar dan memperbaiki produknya hingga bisa bersaing di pasaran. Baginya, pengalaman adalah modal utama dalam berbisnis.
Baca Juga: Limbah Kayu Cuan: Bisnis Kerajinan yang Tembus 1.000 Orderan Sehari & Ekspor ke 5 Negara
Sebelum memulai usaha di bidang teknologi, ia pernah menghadapi ketatnya persaingan dalam bisnis fotokopi dan percetakan.
Saat melihat kompetitor menawarkan harga murah tetapi pelayanan lambat, ia memanfaatkan celah tersebut dengan menawarkan layanan cetak cepat tanpa harus antre lama.
Fokus pada kepuasan pelanggan menjadi strategi utamanya dalam bertahan dan berkembang.
Dalam mengelola bisnis, ia percaya bahwa pemilik harus memahami segala aspek operasional sebelum menyerahkannya kepada karyawan.
Artikel Terkait
Bangkit dari Kebangkrutan: 6 Bulan Berjuang, Kini Punya 5 Perusahaan
Menyeimbangkan Karier, Bisnis, dan Sosial: Perjalanan Inspiratif Kang Bayu
Limbah Kayu Cuan: Bisnis Kerajinan yang Tembus 1.000 Orderan Sehari & Ekspor ke 5 Negara
Kisah Hijrah dan Perjuangan Keny Handriyanto dalam Membangun Kedai Ramah Djiwa
Bangkit dari Kegagalan, Khatarine Paula Sukses Kembangkan Ayam Suwer Cap Sayang