Tanpa ilmu, ayat bisa disalahgunakan untuk membenarkan sikap yang sebenarnya bertentangan dengan nilai Islam itu sendiri.
Baca Juga: Belajar Tak Sekadar Cerdas: Ilmu yang Mendekatkan pada Sang Pencipta
Jalan Tengah: Islam Rahmatan lil ‘Alamin untuk Semua Gender
Islam sejatinya datang membawa rahmat bagi seluruh manusia. Rahmat itu mencakup laki-laki, perempuan, anak-anak, bahkan lingkungan. Maka, memahami kesetaraan gender dalam Islam bukan sekadar soal perempuan ingin “disetarakan”, tapi soal kemanusiaan.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya perempuan adalah saudara kandung laki-laki.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini bukan hanya metafora spiritual, tapi fondasi sosial. Rasul memuliakan istri, menghormati putrinya, dan menjadikan perempuan bagian penting dari dakwah Islam.
Kesetaraan gender dalam Islam bukan proyek modernisasi, tapi proses memahami kembali pesan ilahi dengan kacamata zaman. Ketika tafsir lama disandingkan dengan realitas baru, yang lahir bukan benturan, tapi keseimbangan.
Islam akan selalu relevan, selama umatnya mau membaca dengan akal yang terbuka dan hati yang jernih.
Baca Juga: Dari Pena ke Surga: Kisah Nyata Penuntut Ilmu yang Tak Pernah Lelah