Kamis, 4 Juni 2026

Muslim Feminist: Gerakan dan Pemikiran untuk Kesetaraan Gender dalam Islam

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:53 WIB
Cahaya kesetaraan tak datang dari perlawanan, melainkan dari keberanian menafsir ulang ajaran dengan hati yang adil. (Foto/Ilustrasi)
Cahaya kesetaraan tak datang dari perlawanan, melainkan dari keberanian menafsir ulang ajaran dengan hati yang adil. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id melihat, gelombang Muslim Feminist adalah tanda kebangkitan intelektual Islam yang sehat  bukan perlawanan, tetapi refleksi mendalam.

Di tengah dunia yang terus berubah, Islam tetap relevan jika umatnya mau berdialog dengan zaman, tanpa kehilangan arah pada nilai tauhid dan keadilan.

Baca Juga: Dari Pena ke Surga: Kisah Nyata Penuntut Ilmu yang Tak Pernah Lelah

Mungkin, kesetaraan gender bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masyarakat Islam yang lebih adil, berdaya, dan berempati.

Dan seperti pesan Al-Qur’an dalam surah Al-Hujurat ayat 13: “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” Takwa tidak mengenal jenis kelamin — ia hanya mengenal hati yang tulus dan akal yang digunakan dengan jujur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X