Menurut data Kemenag 2024, jumlah santri aktif di Indonesia mencapai lebih dari 5 juta jiwa, meningkat hampir 18% dalam 3 tahun terakhir. Pertumbuhan ini sejalan dengan munculnya pesantren modern yang menyediakan jalur pendaftaran online, beasiswa, hingga sistem boarding adaptif.
IFA.id mencatat tren baru ini sebagai sinyal positif: pesantren mulai menjadi pilihan utama pendidikan karakter dan spiritual, bukan sekadar alternatif dari sekolah umum.
Baca Juga: Ekonomi Santri: Dari Kantin Pesantren ke Startup Halal
Tips dari IFA.id untuk Calon Santri dan Orang Tua
-
Cek website resmi pesantren — hampir semua kini punya portal pendaftaran digital lengkap dengan jadwal, syarat, dan formulir.
-
Siapkan mental dan niat belajar, bukan sekadar karena tren atau dorongan orang tua.
-
Cari tahu sistem pengajaran — salafiyah, modern, atau kombinasi. Pilih sesuai karakter anak.
-
Kunjungi pesantren jika memungkinkan. Rasakan suasana dan berbincang dengan pengurus atau alumni.
Ingat, pesantren bukan hanya tempat belajar agama. Ia adalah laboratorium karakter dan kedewasaan. Syarat masuk yang mudah bukan berarti pendidikan di dalamnya mudah. Justru di sanalah perjalanan sesungguhnya dimulai.
Baca Juga: Dari Pagi hingga Malam: Sehari di Kehidupan Santri
Artikel Terkait
Santri Zaman Now: Antara Kitab Kuning dan Dunia Digital
Rahasia Pesantren Melahirkan Pemimpin Hebat Indonesia
Transformasi Pesantren: Dari Surau Tradisional ke Smart Boarding