Lulus tes baca tulis Al-Qur’an dan wawancara kepribadian.
Baca Juga: Ujian Masuk Pesantren: 7 Tips Lolos Tes Seleksi Santri Baru
Namun, ada pesantren yang menambahkan tes keperibadian atau psikotes ringan, terutama bagi calon santri putri. Tujuannya bukan untuk membatasi, melainkan menilai kesiapan mental menghadapi kehidupan berasrama yang menuntut kedisiplinan tinggi.
IFA.id mencatat, beberapa pesantren seperti Gontor Putri di Mantingan, Darunnajah Putri, dan Pesantren Assa’idiyyah Jombang, menekankan aspek “kesopanan dan tata krama” dalam tes wawancara.
Sementara pesantren putra seperti Gontor Ponorogo atau Darul Ulum lebih banyak menguji logika, hafalan, dan kemampuan berdiskusi.
3. Aturan Asrama: Syarat Terselubung yang Tak Tertulis
Jika syarat tertulis mudah ditemukan di brosur atau situs resmi, maka ada “syarat tak tertulis” yang sering kali hanya diketahui calon santri melalui pengalaman atau cerita senior: adaptasi terhadap kultur asrama.
Baca Juga: Pesantren Modern vs Salaf: Apakah Syarat Masuknya Berbeda?
Untuk pesantren putra, syarat ini bisa berarti siap hidup dengan kedisiplinan ketat: bangun sebelum subuh, salat berjamaah lima waktu, piket kebersihan, hingga tugas kolektif seperti gotong royong setiap pekan.
Sementara bagi santri putri, aturan bisa lebih detail. Selain kedisiplinan waktu, juga mencakup aturan berpakaian, etika berbicara, hingga batasan interaksi sosial.
Bahkan, beberapa pesantren putri mengharuskan santri baru mengikuti masa orientasi adab selama sepekan penuh bukan sekadar pengenalan kampus, tapi pembiasaan sopan santun dan tanggung jawab.
Seorang ustadzah di Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes pernah berkata kepada IFA.id, “Kedisiplinan di pesantren putri bukan untuk mengekang, tapi untuk menanamkan rasa malu yang mulia malu berbuat salah, malu menunda ibadah, malu menunda kebaikan.”
Baca Juga: Syarat Masuk Pesantren 2025: Apa Saja yang Harus Dipersiapkan?
4. Fasilitas dan Aktivitas: Menyesuaikan Peran Sosial
Perbedaan syarat juga tampak dari aspek fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuler. Pesantren putra umumnya memberi ruang lebih luas untuk kegiatan fisik seperti sepak bola, pramuka, bela diri, hingga debat. Ini bukan semata hiburan, tetapi latihan tanggung jawab dan kepemimpinan.
Artikel Terkait
Rahasia Pesantren Melahirkan Pemimpin Hebat Indonesia
Transformasi Pesantren: Dari Surau Tradisional ke Smart Boarding