Kamis, 4 Juni 2026

Santri Digital: Berdemo dengan Pena dan Doa, Bukan Hanya dengan Teriakan

- Senin, 20 Oktober 2025 | 18:32 WIB
Kami tidak berteriak untuk mengguncang dunia, tapi menulis dan berdoa untuk menuntunnya menuju cahaya. (Foto/Ilustrasi)
Kami tidak berteriak untuk mengguncang dunia, tapi menulis dan berdoa untuk menuntunnya menuju cahaya. (Foto/Ilustrasi)

Baca Juga: Dari Pagi yang Berkah di Pesantren: Cahaya Santri Menyapa Negeri

Ia berjuang bukan untuk dikenal, tapi agar agama tetap dihormati dan budaya pesantren tetap hidup di ruang modern.

Ketika orang lain menebar kebencian, ia menebar salam.
Ketika yang lain menghina, ia mendoakan.
Dan itulah demo paling damai dalam Islam perjuangan dengan cinta dan kesabaran.

Baca Juga: Lantunan Shalawat dan Doa Bersatu: Merayakan Hari Santri dengan Kedamaian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X