Baca Juga: Dari Pagi yang Berkah di Pesantren: Cahaya Santri Menyapa Negeri
Ia berjuang bukan untuk dikenal, tapi agar agama tetap dihormati dan budaya pesantren tetap hidup di ruang modern.
Ketika orang lain menebar kebencian, ia menebar salam.
Ketika yang lain menghina, ia mendoakan.
Dan itulah demo paling damai dalam Islam perjuangan dengan cinta dan kesabaran.
Baca Juga: Lantunan Shalawat dan Doa Bersatu: Merayakan Hari Santri dengan Kedamaian
Artikel Terkait
Santri Milenial, Pejuang Digital: Merekam Spirit Hari Santri di Era Teknologi
Berkain Putih dan Berjiwa Merdeka: Potret Santri Indonesia Menyambut Hari Santri 2025
Dzikir, Doa, dan Dedikasi: Jejak Santri untuk Negeri