Kamis, 4 Juni 2026

Kiamat Pribadi: Ketika Hidup Berakhir Sebelum Dunia Runtuh

- Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:53 WIB
Kiamat tak harus menunggu langit runtuh. Ia dimulai saat manusia berhenti berbuat baik. Karena setiap kematian adalah akhir dunia bagi satu jiwa. (Foto/Ilustrasi)
Kiamat tak harus menunggu langit runtuh. Ia dimulai saat manusia berhenti berbuat baik. Karena setiap kematian adalah akhir dunia bagi satu jiwa. (Foto/Ilustrasi)

Menurut Dr. Zahra Luthfi, psikolog spiritual, mengingat kematian bukan tanda pesimis, tapi justru bentuk kesadaran tertinggi.
“Orang yang mengingat kematian bukan berarti takut hidup, tapi tahu bagaimana hidup dengan benar,” ujarnya kepada IFA.id.

IFA.id menulis, menghadapi kematian bukan dengan lari, tapi dengan persiapan amal yang terus berjalan bahkan setelah tubuh berhenti bernapas.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Subuh untuk Rezeki Lancar dan Hati Tenang

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa meski kematian memutus semua hubungan dunia, ada tiga hal yang terus mengalirkan pahala:

“Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Inilah bentuk “kehidupan kedua” bagi orang beriman.
IFA.id menulis, kematian memang menutup mata, tapi tidak menutup amal.

Contohnya, seorang guru yang mengajarkan ilmu, lalu muridnya mengamalkannya, maka pahala tetap mengalir tanpa henti. Begitu pula dengan seseorang yang menanam pohon dan buahnya dimakan burung — itulah amal yang terus hidup setelah jasad membisu.

Dalam era modern, manusia lebih takut kehilangan pekerjaan daripada kehilangan waktu beribadah.

Baca Juga: Idul Adha dan Gotong Royong: Spirit Kebersamaan Umat
Lebih sibuk memperpanjang usia di gym daripada memperpanjang amal dalam doa.

Ustadzah Rahma Nuraini, penceramah perempuan dari Bandung, mengatakan:
“Setiap kali seseorang tidur, itu seperti mati kecil. Ketika bangun, berarti Allah memberinya kesempatan kedua.”

IFA.id menulis, kematian bukan tragedi, melainkan pengingat agar setiap hari dijalani seolah itu yang terakhir.

Kematian yang baik, atau husnul khatimah, tidak datang tiba-tiba tanpa sebab.
Ia adalah hasil dari hidup yang terus mendekat kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap orang akan meninggal sesuai dengan kebiasaannya.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Masjid Besar Gelar Salat Id Akbar, Jamaah Membludak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keajaiban Sabar dalam Hidup Muslim

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Mengapa Sabar Membuka Jalan Kelapangan?

Sabtu, 29 November 2025 | 20:47 WIB

Sabar: Ujian Berat, Pahala Tanpa Batas

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Dampak Sabar pada Ketenangan Jiwa

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar, Perisai dari Ujian Hidup

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Sabar dan Kekuatan Mental Mukmin

Sabtu, 29 November 2025 | 20:46 WIB

Terpopuler

X