Peran Ulama dalam Dakwah Anti-Korupsi
IFA.id merangkum, para ulama tidak hanya mengeluarkan fatwa, tapi juga aktif dalam dakwah antikorupsi. Misalnya, ceramah Jumat yang membahas bahaya korupsi, atau pendidikan pesantren yang menekankan nilai amanah.
Kerja sama dengan KPK juga dilakukan, misalnya lewat program penyuluhan antikorupsi di masjid dan sekolah berbasis Islam.
Baca Juga: Zakat Penghasilan 2025: Nishab, Wajib, Cara Hitung, dan Potensinya
Korupsi bukan sekadar dosa pribadi, tapi dosa publik. Dampaknya dirasakan jutaan orang. Itulah mengapa ulama menempatkannya pada level kejahatan luar biasa.
Jika masyarakat benar-benar memegang fatwa MUI, korupsi bisa ditekan, bahkan diberantas.
Fatwa MUI soal korupsi menjadi penegasan moral dan hukum Islam bahwa perilaku ini haram, merugikan rakyat, dan merusak negara. Bagi bangsa Indonesia, suara ulama adalah pengingat bahwa amanah harus dijaga. Karena tanpa kejujuran, pembangunan hanya akan jadi angan-angan.
Artikel Terkait
Diva Amelia Putri: Menjadi Santri Al-Muhajirin Purwakarta, Diterima Universitas Brawijaya, Bersiap ke Inggris
Santri Al-Muhajirin yang Berhasil Masuk Undip: Kisah Perjuangan Salma Mutsla Lapia
Cerita Muhammad Afif Muzakki, Santri Al-Muhajirin Purwakarta yang Taklukan Universitas Indonesia
Inspirasi dari Ghifran, Siswa Madrasah yang Diterima 13 Kampus Luar Negeri Ternama
Mengukir Prestasi di OSN: Perjalanan Muhidin Menuju Medali Perak dan Semangat Tak Kenal Lelah