IFA.id - Diva Amelia Putri, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, membuktikan bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi pijakan kuat menuju masa depan gemilang.
Lulus tahun 2024, Diva kini menempuh studi di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Bagaimana kisah perjalanan akademiknya? Simak cerita inspiratifnya berikut ini.
Diva memutuskan untuk mondok di Al-Muhajirin berdasarkan keinginannya sendiri. Saat masih kecil, ia hanya tahu bahwa ia ingin belajar di pesantren dan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada orang tuanya. Berkat rekomendasi dari tetangga dan hasil survei, akhirnya Al-Muhajirin menjadi pilihan tempat belajarnya.
Dulu, Diva tidak memiliki universitas impian. Baginya, semua tempat belajar sama, yang penting adalah bagaimana cara menuntut ilmu dengan baik. Namun, ketertarikannya pada bahasa Inggris membawanya memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Rekomendasi dari guru untuk mencoba Universitas Brawijaya sempat membuatnya ragu, tetapi ia meyakini bahwa menaati nasihat guru adalah bagian dari penghormatan. Akhirnya, dengan keyakinan penuh, ia mencoba dan berhasil diterima.
Kesuksesan Diva tidak lepas dari peran besar kedua orang tuanya. Mereka adalah sumber inspirasi utamanya yang selalu mendukung dan membimbingnya dalam setiap langkah perjalanan akademiknya.
Mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris bukan tanpa hambatan. Kemampuan bahasa Inggrisnya yang masih minim membuatnya merasa tertantang. Namun, ia menikmati proses belajar tersebut karena memang memiliki minat di bidang itu.
Diva selalu mengingat makna Surah Al-Insyirah ayat 5: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Keyakinan ini membuatnya terus berusaha, tidak mudah menyerah, dan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
Ia rutin belajar, bergabung dengan teman-teman yang bisa diajak diskusi, dan tidak malu bertanya kepada dosen jika ada materi kurang dipahami.
Peran Besar Pondok Pesantren Al-Muhajirin
Diva merasa sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari Al-Muhajirin. Pesantren ini membekalinya dengan ilmu agama dan umum, serta membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat membantunya dalam menghadapi pergaulan di dunia perkuliahan yang penuh tantangan.
Bagi Diva, agama memiliki peran besar dalam kehidupannya. Islam memberikan petunjuk dan bimbingan dalam mencapai kesuksesan serta menjadi pedoman hidup yang membantunya meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Artikel Terkait
Pesan Haru Santri untuk Prabowo karena Makan Bergizi Gratis
Momen Bos Energi Terbarukan Asal Singapura Dr. Muhammad Ishaq Datang ke Ponpes Al-Muhajirin Purwakarta
TK Al-Muhajirin Purwakarta Gelar Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Perjalanan Inspiratif Lovita Kostia Sundawa: Dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke Universitas Indonesia
Rizki Ihsanudin, Santri Al-Muhajirin Purwakarta yang Menaklukkan Dunia Pertanian UNS