kampus

Universitas Qarawiyyin Maroko: Warisan Abadi dari Sang Perintis Ilmu

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:40 WIB
Warisan Abadi dari Sang Perintis Ilmu (Foto/Ilustrasi)

IFA.Id - Di jantung kota Fez yang bersejarah, berdiri megah Universitas Qarawiyyin — lembaga pendidikan yang menembus batas waktu. Didirikan pada tahun 859 Masehi oleh Fatima al-Fihri, universitas ini menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan spiritualitas Islam yang bersinar lebih dari seribu tahun.

Bangunan tua dengan lengkungan batu, ukiran kaligrafi, dan taman yang rapi menjadi saksi perjalanan panjang ilmu dan iman. Di sinilah para cendekiawan, ulama, dan ilmuwan dari berbagai penjuru dunia menimba pengetahuan dan menulis sejarah peradaban.

Universitas Qarawiyyin bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi rumah bagi ilmu matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Pada masa keemasannya, para mahasiswa duduk bersila di bawah tiang masjid sambil mendengarkan para guru besar menjelaskan rahasia semesta.

Kehadiran Fatima al-Fihri sebagai pendiri universitas ini menjadi bukti kuat bahwa perempuan memegang peran penting dalam pembangunan ilmu pengetahuan Islam. Dengan harta warisan yang ia miliki, Fatima membangun institusi yang tidak hanya memuliakan ilmu, tetapi juga menyatukan spiritualitas dan kecerdasan.

Baca Juga: Santri dan Tanggung Jawab Sosial: Berdakwah di Tengah Suara Massa

Dari ruang-ruang belajarnya yang sederhana lahirlah tokoh-tokoh besar dunia Islam seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Rushd, dan Al-Bitruji. Pemikiran mereka menembus batas agama dan benua, memberi inspirasi bagi perkembangan ilmu di Barat dan Timur

Kurikulum Qarawiyyin berakar pada Al-Qur’an dan hadis, namun berkembang dengan dialog dan keterbukaan terhadap ilmu rasional. Di sinilah Islam menunjukkan wajahnya yang penuh hikmah: menghormati akal sekaligus menjaga iman.

Meski telah melewati ribuan tahun, Universitas Qarawiyyin tetap aktif hingga kini. Pemerintah Maroko merawatnya sebagai situs warisan dunia dan lembaga pendidikan yang masih menghasilkan sarjana-sarjana Islam berwawasan luas.

Para mahasiswa yang datang ke sana merasakan keagungan sejarah setiap kali mereka melangkah di lantai batu kuno yang dipijak oleh para ilmuwan terdahulu. “Belajar di Qarawiyyin adalah menyelami lautan waktu,” ujar salah satu mahasiswa asal Indonesia yang kini menempuh studi tafsir di sana.

Baca Juga: Demo dalam Pandangan Ulama: Ketika Amar Ma’ruf Harus Tetap Beradab

Dalam era modern, universitas ini beradaptasi tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. Perpaduan antara sistem klasik dan pembelajaran digital menciptakan harmoni unik antara masa lalu dan masa depan.

Universitas Qarawiyyin bukan hanya tempat belajar — ia adalah simbol keabadian ilmu dan ketulusan iman. Dari tangan seorang perempuan salehah di abad ke-9, lahirlah lembaga yang terus menyalakan cahaya pengetahuan hingga kini, menerangi dunia dengan warisan Islam yang penuh kebijaksanaan.

 

Tags

Terkini