Setelah lulus, Salma bercita-cita bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo sebagai staf kebudayaan.
Ia ingin berkontribusi dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Jepang dan memperkuat hubungan kedua negara.
Bagi adik-adik santri yang masih belajar di pesantren, Salma berpesan untuk tidak sia-siakan waktu di pesantren, manfaatkan momen sholat berjamaah, mengaji, dan belajar kitab kuning.
Dia juga mengingatkan agar persiapkan diri sejak dini jika ingin masuk kampus impian melalui jalur SNBP.
‘’Jangan takut bermimpi besar, karena setiap usaha yang kalian lakukan hari ini akan menentukan masa depan kalian,’’ kata Salma.
Artikel Terkait
Perjalanan Inspiratif Lovita Kostia Sundawa: Dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke Universitas Indonesia
Rizki Ihsanudin, Santri Al-Muhajirin Purwakarta yang Menaklukkan Dunia Pertanian UNS
Diva Amelia Putri: Menjadi Santri Al-Muhajirin Purwakarta, Diterima Universitas Brawijaya, Bersiap ke Inggris