IFA.id - Banyak santri yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, tetapi tidak sedikit yang merasa ragu.
Salma Mutsla Lapia, alumni Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta tahun 2023, adalah salah satu contoh nyata bahwa santri juga bisa sukses berkuliah di universitas ternama.
Kini, ia menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip), salah satu kampus terbaik di Indonesia.
Salma memiliki alasan kuat dalam memilih Undip sebagai tempatnya melanjutkan pendidikan. Di antaranya, Undip masuk dalam 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia menurut UniRank 2023.
‘’Lulusan Undip juga cepat mendapat kerja. Itu Berdasarkan QS Graduate Employability Rankings (GER) 2022, yakni Undip menempati peringkat pertama sebagai universitas dengan lulusan yang paling cepat memperoleh pekerjaan,’’ kata Salma.
Salma juga mengesankan jika Fakultas Ilmu Budaya Undip itu Unik. Suasana FIB Undip itu kreatif karena dipenuhi mahasiswa sastra yang bebas berekspresi dalam seni dan fashion.
Salma memilih Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ) karena kecintaannya terhadap bahasa dan budaya Negeri Sakura.
Sebagai mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Salma menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghafal ribuan huruf kanji.
Untuk mengatasinya, ia menerapkan strategi menghafal lima kanji setiap hari dan melakukan review secara berkala agar lebih mudah dipahami.
Selain itu, pengalaman mondok selama enam tahun melatihnya dalam manajemen waktu yang baik, sehingga ia bisa membagi waktu dengan efektif antara akademik, kegiatan organisasi, dan kehidupan sosial di kampus.
Pondok Pesantren Sebagai Pilar Kesuksesan
Pondok Pesantren Al-Muhajirin berperan besar dalam membentuk karakter dan mental Salma. Dukungan para guru sangat membantu dalam persiapan akademik, termasuk saat mengikuti berbagai kompetisi dan proses seleksi masuk universitas.
Tidak hanya itu, pesantren juga mengajarkan nilai penting dalam hidup: usaha harus selalu diiringi dengan doa.
Ketika mendaftar ke Undip melalui jalur SNBP, Salma merasa cemas karena belum ada alumni pesantrennya yang diterima di kampus ini sebelumnya. Namun, dengan usaha dan doa yang tak henti-henti, ia berhasil membuktikan bahwa santri juga bisa berkuliah di universitas impian.
Artikel Terkait
Perjalanan Inspiratif Lovita Kostia Sundawa: Dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin ke Universitas Indonesia
Rizki Ihsanudin, Santri Al-Muhajirin Purwakarta yang Menaklukkan Dunia Pertanian UNS
Diva Amelia Putri: Menjadi Santri Al-Muhajirin Purwakarta, Diterima Universitas Brawijaya, Bersiap ke Inggris