namun hasilnya adalah hak prerogatif Allah. Dengan mindset ini, kita belajar menerima apapun yang terjadi dengan lapang dada.
Baca Juga: Mengatasi Trauma dengan Kekuatan Iman dan Doa
3. Berlatih Sabar dan Syukur
Sabar atas ujian dan syukur atas nikmat adalah dua hal yang dapat memperkuat mental kita. Ketika kita menyadari bahwa setiap ujian adalah bentuk kasih sayang Allah, maka pikiran pun akan menjadi lebih positif.
4. Dzikir dan Meditasi Islami
Mengingat Allah melalui dzikir seperti “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung) dapat menjadi terapi hati dan pikiran. Ucapkan dzikir ini saat kecemasan melanda.
Baca Juga: Adab Makan dan Minum dalam Islam: Sunnah yang Sering Dilupakan
5. Kurangi Ekspektasi, Perbanyak Doa
Ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap sesuatu sering kali menjadi pemicu overthinking. Ketika kita belajar menerima kenyataan dan lebih banyak berdoa daripada berandai-andai, maka hidup akan terasa lebih ringan.
Baca Juga: Mengapa Mental Health dan Spiritualitas dalam Islam Saling Berkaitan
Manfaat Tawakal dalam Kehidupan
Tawakal membuat seseorang lebih tenang dan tidak mudah panik. Ia menyadari bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah yang pasti mengandung hikmah.
Selain itu, tawakal juga membantu meningkatkan kepercayaan diri karena kita tahu bahwa ada kekuatan besar yang selalu bersama kita.
Menghilangkan overthinking memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan menanamkan rasa tawakal yang kuat kepada Allah, hati akan terasa lebih ringan, hidup lebih tenang, dan pikiran lebih jernih.
Ingatlah bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kemampuan yang dimilikinya. Maka, lakukan yang terbaik, lalu serahkan hasilnya kepada-Nya.