Rasulullah SAW juga memberi contoh dalam mencari pengobatan. Beliau tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga menganjurkan untuk menggunakan sarana yang ada pada masanya, seperti ruqyah (pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an) atau ramuan obat yang digunakan oleh para sahabat.
Salah satu contoh adalah ketika beliau menganjurkan penggunaan madu untuk pengobatan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya obat terbaik adalah madu” (HR. Bukhari).
Ini menunjukkan bahwa mencari pengobatan dengan menggunakan bahan alami yang terbukti berkhasiat juga merupakan bagian dari ikhtiar dalam Islam.
Baca Juga: Beda dari Negara Lain, Inilah Keunikan Saat Bulan Ramadhan yang Hanya Ada di Indonesia
Namun, meskipun Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar, selalu diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada usaha manusia semata.
Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap usaha dilandasi dengan tawakal (pasrah kepada Allah).
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Jika kamu sakit, maka berobatlah, karena Allah tidak menurunkan penyakit tanpa menurunkan obatnya” (HR. Bukhari).
Hadis ini menunjukkan bahwa berobat adalah salah satu bentuk usaha yang tidak boleh diabaikan, namun kita harus tetap mengingat bahwa hasil akhirnya ada pada Allah.
Baca Juga: Inilah Suasana 1 bulan Menjelang Bulan Ramadhan di Arab Saudi
Dengan demikian, ikhtiar berobat dalam Islam adalah usaha yang diwajibkan dalam rangka menjaga kesehatan dan mencari kesembuhan.
Namun, usaha ini harus selalu disertai dengan tawakal dan keimanan kepada Allah, karena pada akhirnya hanya Allah yang menentukan kesembuhan tersebut.
Berobat, dalam pandangan Islam, bukan hanya sekadar usaha fisik, tetapi juga bentuk penghambaan dan kebergantungan kepada Allah atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup.
(Darin Anastasia)