Allah SWT berfirman, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu atau lebih keras lagi." (QS. Al-Baqarah: 74)
Hati keras adalah tanda bahwa seseorang mungkin telah terjebak dalam kesombongan atau keserakahan, dan tidak mampu merasakan kelembutan dalam hubungan dengan Allah dan sesama. Hati lembut, penuh kasih sayang, dan mudah tersentuh oleh kebaikan adalah tanda kebahagiaan dalam Islam.
4. Mudah Marah dan Tidak Bisa Mengendalikan Emosi
Emosi tidak terkendali, seperti sering marah, frustrasi, atau cemburu, adalah tanda ketidakbahagiaan. Seseorang sering marah atau merasa tersinggung dengan hal-hal kecil, menunjukkan bahwa ia tidak merasa damai dalam dirinya.
Rasulullah SAW bersabda, "Orang kuat itu bukanlah orang dapat mengalahkan lawannya, tetapi orang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari)
Dalam Islam, kesabaran dan pengendalian diri adalah tanda kedewasaan dan kebahagiaan. Orang bisa mengendalikan amarah dan emosi, serta menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, menunjukkan bahwa ia memiliki keseimbangan batin dan kedamaian dalam hidupnya.
5. Tidak Ada Rasa Syukur atau Terus Mencari Kebahagiaan di Luar Diri
Seseorang tidak bisa merasakan rasa syukur atau selalu mencari kebahagiaan di luar dirinya cenderung merasa kosong dan tidak bahagia. Ia mungkin terus mencari kebahagiaan dalam materi, pengakuan orang lain, atau hiburan dunia, tetapi tetap merasa tidak puas.
Allah SWT berfirman, "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan sempit." (QS. Thaha: 124)
Dalam Islam, kebahagiaan sejati datang dari kedekatan dengan Allah, bukan dari pencapaian duniawi. Orang tidak merasa puas dengan kehidupan dan terus mencari kebahagiaan di luar dirinya, tanpa kembali kepada Allah, akan merasa hidupnya sempit dan penuh kecemasan.
6. Tidak Ada Kedamaian dalam Ibadah
Seseorang tidak merasa tenang atau khusyuk dalam beribadah, seperti saat shalat, membaca Al-Qur'an, atau berdoa, bisa menjadi tanda ketidakbahagiaan. Ibadah dalam Islam seharusnya mendatangkan ketenangan jiwa dan kedamaian hati.
Allah SWT berfirman, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Jika seseorang merasa terganggu atau tidak fokus dalam ibadah, itu bisa menunjukkan bahwa hatinya belum benar-benar mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah baik dan khusyuk adalah sumber kebahagiaan sejati, memberi ketenangan dan kedamaian dalam hidup.
7. Merasa Terasing dan Jauh dari Komunitas