wisata-religi

Wisata Religi Terbaru di Indonesia yang Bikin Takjub

Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:29 WIB
Wisata religi terbaru di Indonesia hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang takjub yang menyatukan seni, budaya, dan spiritualitas. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Pernah ada momen ketika sebuah perjalanan tak hanya meninggalkan jejak di album foto, tapi juga di dalam hati. Itulah yang dirasakan banyak peziarah dan wisatawan ketika menapaki destinasi wisata religi terbaru di Indonesia. Negeri ini tak hanya dikenal dengan ribuan pulau dan kekayaan alamnya, tetapi juga dengan situs-situs religi yang kini semakin berkembang menjadi pusat wisata spiritual sekaligus budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah bersama komunitas lokal semakin gencar mengembangkan destinasi wisata religi. Sebut saja Masjid 99 Kubah di Makassar yang unik dengan desain modern sekaligus sarat filosofi, atau Masjid Terapung Al-Alam di Kendari yang seolah menari di atas laut. Kedua destinasi ini langsung jadi magnet, bukan hanya bagi jamaah yang ingin beribadah, tapi juga wisatawan yang haus akan pengalaman baru.

IFA.id mencatat, fenomena ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ada narasi kuat tentang bagaimana agama, seni, dan kebudayaan bersatu, menciptakan pengalaman perjalanan yang bikin kagum siapa pun yang datang.

Bayangkan berdiri di tepi laut Losari, lalu mata disuguhi pemandangan megah masjid dengan kubah berlapis-lapis, berjumlah tepat 99 sesuai Asmaul Husna. Masjid 99 Kubah di Makassar bukan sekadar tempat shalat, melainkan juga karya arsitektur yang mengandung nilai dakwah.

Baca Juga: Bacaan Doa Ringkas Seusai Sholat untuk Memohon Ampunan

Seorang peziarah asal Jawa Timur, Rahmawati, bercerita kepada IFA.id, “Saya datang bukan hanya untuk beribadah. Masjid ini punya daya tarik luar biasa, setiap sudutnya bisa jadi pengingat betapa agungnya nama Allah.”

Berbeda dengan Makassar, Kendari menawarkan pengalaman unik dengan Masjid Terapung Al-Alam. Dibangun di atas laut Teluk Kendari, masjid ini seolah terapung, menciptakan sensasi spiritual yang sulit dilupakan. Saat fajar, pantulan cahaya mentari berpadu dengan kubah masjid, menampilkan pemandangan yang tak jarang membuat orang terdiam dalam doa.

IFA.id melansir dari data pariwisata Sulawesi Tenggara, masjid ini kini masuk dalam daftar destinasi religi paling banyak dikunjungi wisatawan domestik sepanjang 2023.

Fenomena wisata religi juga berkembang di daerah lain. Di Sumatera Barat, terdapat Masjid Raya Sumbar yang dikenal dengan atap gonjong khas Minangkabau. Di Jawa Tengah, kawasan ziarah Sunan Kudus dan Sunan Muria terus dipoles agar tetap relevan dengan wisata modern tanpa menghilangkan kekhasan tradisi.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat untuk Ampunan Dosa dan Ketenteraman Hati

Sementara di Papua, pemerintah daerah mulai mengembangkan kawasan wisata religi berbasis ekowisata, memadukan kearifan lokal dengan aktivitas spiritual.

Fenomena ini punya banyak sebab. Pertama, generasi muda kini mencari perjalanan yang tidak sekadar liburan, melainkan juga pengalaman bermakna. Kedua, wisata religi sering kali memadukan tiga hal: ibadah, edukasi sejarah, dan keindahan arsitektur. Ketiga, destinasi ini biasanya lebih ramah keluarga, sehingga jadi pilihan aman untuk liburan.

IFA.id mencatat dari laporan Kementerian Pariwisata, tren wisata religi di Indonesia meningkat signifikan dalam 5 tahun terakhir, terutama setelah pandemi. Masyarakat mencari ketenangan, kedekatan dengan Tuhan, dan wisata religi hadir sebagai jawabannya.

Selain keindahan, destinasi wisata religi juga menyimpan kisah. Misalnya, di kawasan ziarah Sunan Kalijaga, ada tradisi sego gurih yang dibagikan gratis setiap malam Jumat. Di Lombok, pulau yang dijuluki “Pulau Seribu Masjid”, setiap desa punya kisah pembangunan masjid yang erat kaitannya dengan gotong royong masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini