Jumat, 17 Juli 2026

Islam di Korea Utara: Fakta-Fakta Menarik yang Mungkin Mengejutkan

Faturohman SK, Ifa.id
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 19:27 WIB
Masjid di Korea Utara
Masjid di Korea Utara

 

IFA.id - Topik cukup unik dan mungkin belum banyak diketahui orang: perkembangan Islam di Korea Utara. Sebagai negara yang dikenal sangat ketat terhadap kebebasan beragama, fakta bahwa Islam bisa bertahan dan bahkan berkembang di sana tentu menjadi hal yang mengejutkan. Yuk, kita bahas lebih mendalam!

1. Islam Diterima di Korea Utara, Meski Sangat Minoritas
Korea Utara adalah negara yang sejak lama dikenal sebagai rezim komunis yang sangat membatasi praktik keagamaan. Segala bentuk atribut agama, baik berupa pakaian, simbol, maupun tempat ibadah, sangat dilarang. Bahkan, menunjukkan identitas keagamaan tertentu bisa membawa risiko yang serius.

Namun, uniknya, Islam termasuk salah satu agama yang diterima di sana, meskipun hanya dijalankan oleh komunitas asing. Berdasarkan data, penduduk asli Korea Utara yang memeluk Islam jumlahnya 0%. Dengan kata lain, tidak ada masyarakat lokal yang menjadi muslim. Islam di sana hadir berkat para diplomat dan duta besar dari negara-negara lain yang tinggal di Korea Utara.

Meski komunitas muslimnya kecil, mereka tetap diperbolehkan menjalankan syariat Islam, seperti melaksanakan shalat, berpuasa, dan merayakan hari-hari besar agama. Hal ini tentu sangat menarik mengingat kebebasan beragama di negara tersebut sering kali dipandang terbatas.

2. Korea Utara Memiliki Sebuah Masjid
Fakta lainnya yang mungkin mengejutkan adalah keberadaan sebuah masjid di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Di negara yang sangat membatasi pendirian tempat ibadah, masjid ini berdiri sebagai simbol kebebasan beragama bagi komunitas muslim.

Masjid tersebut tidak dibangun oleh pemerintah Korea Utara, melainkan oleh Kedutaan Besar Iran. Masjid ini memiliki arsitektur yang apik, lengkap dengan lafaz Allah di puncak menaranya. Selain digunakan oleh para diplomat, turis muslim yang berkunjung juga diperbolehkan shalat di masjid ini. Masjid ini menjadi pusat kegiatan Islam di Korea Utara dan merupakan bukti nyata bahwa agama ini masih memiliki tempat di tengah aturan yang ketat.

3. Perayaan Keislaman Dilegalkan
Korea Utara sering kali digambarkan sebagai negara yang kaku dan kejam. Namun, ada sisi lain yang jarang diketahui, yaitu toleransi terhadap perayaan agama, termasuk Islam.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pyongyang rutin mengadakan acara keislaman, seperti peringatan Nuzulul Quran, buka puasa bersama, hingga perayaan Idul Fitri. Pemerintah Korea Utara tidak melarang kegiatan tersebut, bahkan membiarkan acara keagamaan berlangsung dengan baik. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun Islam adalah agama minoritas di sana, tetap ada ruang untuk menjalankan syariat dan tradisi keislaman.

4. Kebebasan Beragama di Korea Utara
Meski dikenal mengontrol hampir semua aspek kehidupan warganya, termasuk potongan rambut, pemerintah Korea Utara sebenarnya menjamin kebebasan beragama bagi mereka yang berada di bawah naungannya.

Kim Jong-un sendiri pernah memberikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa negaranya menjamin kebebasan berkeyakinan. Ia menolak tuduhan yang menyebut Korea Utara tidak memberikan kebebasan beragama. Dalam salah satu pernyataannya, Kim mengatakan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak masuk akal.

Namun, kebebasan ini lebih banyak dirasakan oleh komunitas asing yang tinggal di Korea Utara, mengingat sebagian besar penduduk asli tidak memiliki afiliasi agama apa pun. Meski begitu, keberadaan Islam di Korea Utara menunjukkan bahwa pemerintah masih memberikan ruang bagi agama, meskipun dengan pengawasan yang ketat.

Masa Depan Islam di Korea Utara
Masya Allah, Islam di Korea Utara adalah sebuah kisah yang menarik sekaligus menginspirasi. Meskipun berada di tengah-tengah aturan yang ketat, agama ini tetap memiliki tempat. Harapan kita adalah agar Islam bisa terus berkembang di sana.

Semoga suatu hari nanti, akan ada lebih banyak muslim yang berperan dalam pemerintahan dan masyarakat Korea Utara, sehingga bisa mengubah citra negara ini menjadi lebih positif di mata dunia. Toleransi dan kebebasan beragama adalah hak asasi manusia, dan keberadaan Islam di Korea Utara menjadi bukti bahwa harapan itu masih ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya Sikap Julid dalam Islam

Selasa, 25 November 2025 | 22:19 WIB

Kurma, Buah Sunnah yang Sarat Manfaat

Kamis, 20 November 2025 | 23:04 WIB

Umrah Sebagai Healing Rohani Generasi Muda Muslim

Senin, 27 Oktober 2025 | 16:14 WIB

Fenomena Hijrah Urban: Gaya Hidup Baru Muslim Kota

Senin, 27 Oktober 2025 | 13:26 WIB

Gaya Hidup Halal Jadi Pilihan Utama Muslim Urban

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:54 WIB

Umrah Jadi Tren Healing Rohani Generasi Muda Muslim

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:47 WIB

Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Daerah Indonesia

Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:48 WIB

Fakta Mengejutkan di Balik Wisata Religi Borobudur

Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:35 WIB

Destinasi Religi Dunia yang Jadi Inspirasi Traveler

Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:19 WIB

Mengungkap Pesona Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga

Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:09 WIB

Terpopuler

X