Kamis, 4 Juni 2026

Jauh-jauh Hari Islam Mengingatkan Bahaya Brain Rot

photo author
- Jumat, 10 Januari 2025 | 17:25 WIB
Pandangan Islam Mengingatkan Bahaya Brait Rot. (Foto/Ilustrasi.)
Pandangan Islam Mengingatkan Bahaya Brait Rot. (Foto/Ilustrasi.)

Makna Brain Rot

Secara literal, brain rot diartikan sebagai "pembusukan otak." Namun, istilah ini bukan merujuk pada kondisi biologis, melainkan menggambarkan gangguan intelektual. Dalam konteks modern, brain rot digunakan untuk mendeskripsikan kemunduran kualitas intelektual atau mental akibat paparan konten trivial (remeh) yang berulang, terutama dari platform digital seperti TikTok atau YouTube.

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan mati rasa atau tidak bersemangat setelah terlalu banyak mengonsumsi konten berkualitas rendah.

Kebiasaan scrolling tanpa tujuan di media sosial, disertai konsumsi video dangkal, membuat otak kurang mendapatkan stimulasi yang diperlukan. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis, fokus, dan kesehatan mental bisa terganggu.

Baca Juga: 8 Artis Hobi Pindah Agama Lebih dari Sekali, Ngaku Alami Perjalanan Spiritual

Sejarah Istilah Brain Rot

Meski populer dalam era digital, istilah brain rot sudah ada sejak 1854. Henry David Thoreau, dalam bukunya Walden, menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kemunduran intelektual akibat kecenderungan masyarakat memilih ide-ide sederhana ketimbang konsep yang kompleks.

Thoreau menulis:

"While England endeavours to cure the potato rot, will not any endeavour to cure the brain-rot – which prevails so much more widely and fatally?"

Pernyataan ini mengungkap keprihatinannya terhadap penurunan kualitas berpikir akibat fokus masyarakat pada hal-hal dangkal.

Brain rot menjadi fenomena global dalam dunia hiper-digital, menggambarkan tantangan yang dihadapi manusia modern dalam menjaga kualitas intelektual di tengah arus informasi.

Dalam pandangan Islam, kebiasaan menonton video yang merusak moral termasuk perilaku yang sangat dikecam karena dapat mengotori hati, merusak akhlak, dan menjauhkan seseorang dari jalan Allah. Berikut adalah beberapa poin terkait fenomena ini:

1. Larangan Melihat Hal yang Tidak Bermanfaat

Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang dan tidak membawa manfaat. Allah berfirman:

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X