Kamis, 4 Juni 2026

Jauh-jauh Hari Islam Mengingatkan Bahaya Brain Rot

photo author
- Jumat, 10 Januari 2025 | 17:25 WIB
Pandangan Islam Mengingatkan Bahaya Brait Rot. (Foto/Ilustrasi.)
Pandangan Islam Mengingatkan Bahaya Brait Rot. (Foto/Ilustrasi.)

IFA.id -- Oxford University secara resmi menetapkan kata brain rot sebagai Word of The Year 2024. Pengumuman tersebut dirilis melalui akun resmi Oxford University Press pada 2 Desember 2024.

Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses pemungutan suara publik yang melibatkan lebih dari 37.000 peserta.

Proses pemilihan Word of The Year melibatkan pakar bahasa dari Oxford University. Mereka sebelumnya menyusun daftar enam kata yang dianggap mencerminkan tren sosial dan budaya sepanjang tahun, terutama terkait dengan konsumsi konten digital.

Setelah dua minggu masa pemungutan suara, diskusi mendalam, serta mempertimbangkan masukan publik dan data linguistik, brain rot akhirnya dipilih sebagai kata yang paling merepresentasikan tahun ini.

Baca Juga: Heboh Kebakaran Hebat di Los Angeles, Ini Pesan Islam Saat Mendengar Kabar Kebakaran

Tradisi Word of The Year

Oxford Word of The Year merupakan tradisi dari Oxford Languages, bagian dari Oxford University Press, yang memilih satu kata atau frasa yang dianggap paling mencerminkan suasana, percakapan, dan tren budaya dalam satu tahun tertentu.

Proyek ini dirancang untuk mengidentifikasi inti dari perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang tengah berlangsung di masyarakat.

Kata-kata yang dipilih biasanya berkaitan dengan isu-isu sosial, politik, atau teknologi yang menjadi perhatian global.

Proses penentuan dimulai dari analisis linguistik terhadap berbagai sumber, termasuk platform digital dan karya tulis.

Selanjutnya, pakar bahasa menyusun daftar kata-kata yang relevan dengan tema perbincangan publik dalam periode tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir, publik turut berperan melalui pemungutan suara untuk menentukan kata yang paling relevan, seperti yang dilakukan pada 2024.

Tradisi ini tidak hanya mencerminkan dinamika budaya, tetapi juga memberikan edukasi mengenai evolusi bahasa, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya peran bahasa dalam tren dan isu sosial.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Palestina, Asal Usul Nama dan Pemukim Pertama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X