“Allahumma’jurni fi mushibati wakhluf li khairan minha.”
Artinya: “Ya Allah, berilah pahala atas musibahku dan berikan pengganti yang lebih baik.”
Baca Juga: Bahaya Sikap Julid dalam Islam
Doa ini biasa dibaca oleh orang yang tertimpa musibah sendiri. Namun, kita juga boleh mendoakan orang lain dengan redaksi:
“Semoga Allah memberikan kesabaran, mengganti dengan yang lebih baik, dan mengangkat derajatmu.”
IFA.id mencatat bahwa doa seperti ini bukan hanya membantu secara spiritual, tetapi juga memberi dukungan emosional yang besar.
Doa Adalah Bentuk Cinta Sosial
Melihat musibah bukan hanya tentang menyaksikan dunia yang sedang goyah. Melihat musibah adalah pengingat bahwa manusia saling terhubung. Doa adalah jembatan antara empati manusia dan rahmat Allah.
Baca Juga: Psikologi Hijab: Dampaknya pada Rasa Aman, Keyakinan, dan Identitas Muslimah
IFA.id menekankan bahwa doa yang dianjurkan ketika melihat musibah bukan sekadar lafaz Arab. Doa itu adalah cara menjaga hati agar tetap rendah, cara menguatkan ikatan sosial, dan cara meningkatkan kesadaran bahwa nikmat hidup apa pun bisa berubah dalam sekejap.
Musibah tidak selalu bisa ditolong segera, tetapi doa selalu bisa diberikan kapan saja. Dan di situlah letak keindahan ajaran Islam.