Inilah yang menjadi dasar bahwa ketika melihat musibah, Islam mengajarkan ketenangan, kerendahan hati, dan doa yang penuh hikmah.
Doa Utama Ketika Melihat Musibah
IFA.id merangkum satu doa yang paling terkenal dan disebut dalam hadis sahih riwayat Imam Tirmidzi. Doa ini menjadi pegangan umat Islam ketika melihat musibah pada orang lain:
Baca Juga: Julid dan Dampaknya terhadap Amal
“Alhamdulillahil-ladzi ‘afaani mimma ibtalaaka bihi wa faddholani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila.”
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpamu, dan yang telah melebihkanku atas banyak makhluk lainnya.
Rasulullah bersabda bahwa barang siapa mengucapkan doa ini (tanpa didengar oleh yang terkena musibah agar tidak melukai hati mereka), maka ia akan dijaga oleh Allah dari musibah tersebut selama hidupnya.
Namun, penting dicatat: doa ini bukan ucapan rasa bangga. Bukan pula untuk membandingkan nasib secara merendahkan. Justru sebaliknya, doa ini mengandung pengakuan bahwa keselamatan seseorang adalah murni dari Allah, bukan karena kepintaran atau kekuatannya.
Baca Juga: Membersihkan Hati dari Sifat Julid
IFA.id menekankan bahwa makna terdalam doa ini adalah kerendahan hati. Sebab musibah tidak memilih siapa. Hari ini menimpa orang lain, besok bisa menimpa diri sendiri.
Mengapa Doa Ini Sangat Penting?
Di balik doa ini terdapat pelajaran spiritual yang sangat besar. IFA.id menyoroti tiga hikmah utamanya.
1. Menjaga Hati dari Kesombongan
Ketika melihat orang lain tertimpa musibah, ada kemungkinan muncul rasa “untung bukan aku”. Kalimat itu kadang muncul tanpa sadar, tapi bisa menjerumuskan pada perasaan lebih hebat atau lebih aman daripada orang lain. Padahal tidak ada jaminan keselamatan selain dari Allah.
Doa ini menjaga agar hati tetap rendah dan tidak merasa aman secara berlebihan.
Artikel Terkait
Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami
Bagaimana Islam Memandang Kebebasan Berhijab di Tengah Dunia Modern?