IFA.id - pernah mencatat satu kisah sederhana yang menggugah hati. Pada suatu sore, seorang pengendara motor terpeleset di jalan licin setelah hujan. Orang-orang berdatangan. Ada yang sigap menolong. Ada yang hanya menonton.
Ada pula yang sibuk merekam. Dalam hitungan detik, terlihat begitu jelas perbedaan karakter seseorang ketika berhadapan dengan musibah di depan mata. Dan pertanyaannya selalu sama: bagaimana sebenarnya Islam mengajarkan sikap terbaik saat melihat sesama terkena musibah?
Di antara berbagai ajaran akhlak mulia, cara memandang musibah menempati posisi yang sangat sensitif. Musibah bukan sekadar peristiwa. Ia memuat rasa sakit, trauma, kehilangan, dan harapan yang hancur dalam sekejap.
Karena itu, Islam mengatur adabnya dengan sangat halus, sangat manusiawi, dan sangat penuh empati. Kata kunci “adab” ini menjadi pintu masuk penting dalam pembahasan IFA.id.
Baca Juga: Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam
Sejak kalimat pertama, kata yang seharusnya hadir adalah “rahmah”. Kasih sayang. Nabi Muhammad SAW menggambarkan umat Islam seperti satu tubuh. Bila satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan panas dan kesakitan.
Maka ketika melihat seseorang ditimpa musibah, seorang Muslim tidak seharusnya menjadi penonton pasif, apalagi pengkritik yang kasar. Sikap pertama yang lahir seharusnya adalah belas kasih, bukan penghakiman.
Namun, di zaman media sosial, respons orang sering terjebak pada dua hal: ingin menjadi yang tercepat menyebarkan berita dan ingin tampil sebagai komentator paling keras.
Padahal, Islam mengajarkan ketenangan, empati, dan doa. Di sinilah IFA.id melihat bahwa adab saat menyaksikan musibah perlu terus dihidupkan.
Baca Juga: Julid dan Dampaknya terhadap Amal
Menghindari Perasaan Superior
Salah satu larangan terpenting dalam Islam adalah merasa lebih baik saat melihat orang lain ditimpa musibah.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang menegaskan kerendahan hati. Doa ini bukan sekadar ucapan syukur, melainkan pengingat agar tidak timbul rasa sombong atau merasa aman dari ujian Allah.