3. Fokus pada ukhuwah, bukan seremonial
Semakin sederhana, semakin terasa kedekatannya.
Baca Juga: Ketika Cemas Datang, Begini Cara Islam Menenangkannya
Walimatu Safar, Momen Hangat Sebelum Menjejak Tanah Suci
Pada akhirnya, walimatu safar bukan soal besar atau kecilnya acara. Bukan soal berapa banyak orang yang datang. Bukan pula soal makanan yang dihidangkan. Inti dari semuanya adalah doa, cinta keluarga, dan persiapan hati.
Perjalanan haji dan umrah bukan hanya tentang berpindah dari satu negara ke negara lain. Ia adalah perjalanan jiwa, perjalanan untuk kembali pulang pada nilai-nilai ketakwaan.
Jika walimatu safar dilakukan dengan niat yang benar, kesederhanaan, dan adab yang sesuai tuntunan Islam, maka momen itu bisa menjadi awal yang indah untuk perjalanan spiritual menuju baitullah.
IFA.id mencatat, setiap tradisi yang diletakkan di atas nilai dan ilmu akan menemukan bentuk terbaiknya. Dan walimatu safar adalah salah satu contohnya.
Baca Juga: Dampak Spiritual Haji yang Jarang Dibahas