Adab Walimatu Safar Menurut Syariat
Setelah melihat bagaimana para ulama memandang tradisi ini, IFA.id menyaring beberapa adab yang paling sesuai dengan tuntunan Islam. Adab-adab ini bisa dijadikan panduan bagi jamaah yang ingin merayakan walimatu safar secara sederhana namun penuh makna.
1. Mengawali dengan niat yang benar
Inti dari tradisi ini bukan makanan, bukan keramaian, tapi meminta doa. Niat yang benar membuat acara menjadi ladang pahala, bukan sekadar formalitas sosial.
2. Mengadakan dengan sederhana
Nabi Muhammad sangat tidak menyukai pemborosan. Maka walimatu safar yang sesuai tuntunan sebaiknya tidak memaksakan diri, apalagi membuat keluarga terbebani biaya.
3. Tidak berharap balasan dari tamu
Kadang ada kebiasaan orang membawa hadiah atau uang saat menghadiri walimah. Syariat mengingatkan agar tidak mengundang dengan harapan akan mendapatkan sesuatu.
4. Mengisinya dengan doa yang diajarkan Nabi
Jika ada satu hal yang paling penting dari walimatu safar, itu adalah doa. Nabi mengajarkan doa untuk orang yang hendak bepergian:
"Astaudi‘ullàh dīnak, wa amānatak, wa khawātīma ‘amalika."
(Aku titipkan agama, amanah, dan akhir amalmu kepada Allah.)
5. Menghindari keyakinan khusus
Jika walimatu safar dianggap membawa keselamatan khusus atau menjadi bagian dari syariat yang diwajibkan, maka hal itu tidak sesuai tuntunan agama.
Dengan mengikuti lima poin itu, walimatu safar tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi amal yang lebih selaras dengan nilai-nilai Islam.