ibrah

Walimatu Safar untuk Jamaah Umrah dan Haji: Bagaimana Tuntunan Syariat?

Sabtu, 22 November 2025 | 13:22 WIB
Walimatu Safar: Adab dan Syariat dalam menyambut tamu Allah. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Pernah melihat keluarga besar berkumpul sebelum seseorang berangkat haji atau umrah? Ada hidangan sederhana, ada yang membawa buah tangan, dan biasanya berakhir dengan doa bersama.

Di banyak daerah Nusantara, momen ini disebut walimatu safar, sebuah kebiasaan yang terasa hangat dan menenangkan. IFA.id mencatat, tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi, terutama ketika seseorang hendak melakukan perjalanan penting menuju Tanah Suci.

Menariknya, walimatu safar bukan sekadar acara makan-makan. Ada nilai batin, ada pesan kebersamaan, bahkan ada pertanyaan syariat yang mengiringinya.

Bolehkah sebenarnya melakukan acara walimatu safar? Apakah termasuk ibadah, adat, atau justru sesuatu yang tidak pernah dicontohkan Nabi?

Baca Juga: Bolehkah Walimatu Safar? Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer

IFA.id mencoba merangkumnya dengan bahasa yang ringan, agar pembahasan ini bisa dinikmati siapa pun yang tengah bersiap menuju perjalanan spiritual terpenting dalam hidup.

Walimatu Safar: Antara Tradisi dan Kebutuhan Manusia

Kata walimah biasanya dikaitkan dengan pernikahan. Namun sebagian ulama menggunakan kata itu secara umum sebagai bentuk jamuan. Karena itu, di beberapa wilayah Indonesia, acara pelepasan orang yang hendak bepergian diberi nama walimatu safar.

Walimatu safar untuk jamaah haji dan umrah menjadi semacam ritual sosial. Keluarga berkumpul, para tetangga datang, doa tesalurkan, dan keberangkatan terasa lebih ringan. Dalam masyarakat Muslim Nusantara, pelepasan seperti ini memberi rasa aman sekaligus menambah persaudaraan.

Meski begitu, pertanyaan utamanya tetap sama: Bagaimana tuntunan syariat tentang walimatu safar?

Baca Juga: Makna Walimatu Safar: Tradisi Perpisahan yang Sarat Doa

Bagaimana Pandangan Ulama tentang Walimatu Safar?

IFA.id merangkum, para ulama memiliki beberapa pandangan yang cukup beragam:

1. Tidak terdapat contoh langsung dari Nabi

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB