ibrah

Makna Walimatu Safar: Tradisi Perpisahan yang Sarat Doa

Sabtu, 22 November 2025 | 11:20 WIB
Walimatu safar, tradisi melepas perjalanan dengan doa dan kehangatan. IFA.id merangkum makna mendalam di balik momen penuh harapan ini. (Foto/Ilustrasi)

Namun, perjalanan dalam Islam bukan sekadar aktivitas fisik. Ia erat dengan adab. Nabi Muhammad memberikan banyak tuntunan tentang safar: dari doa, etika, hingga cara berpamitan.

Tradisi walimatu safar kemudian menjelma menjadi cara masyarakat menjaga tuntunan itu tetap hidup, meskipun dalam bentuk yang berbeda-beda.

Walimatu Safar, Antara Adat dan Anjuran Doa

Secara syariat, tidak ada nash eksplisit yang memerintahkan walimatu safar sebagai ritual khusus. Namun bukan berarti ia tidak memiliki landasan.

Baca Juga: Perjalanan haji sering digambarkan sebagai puncak ibadah, tetapi IFA.id melihatnya lebih jauh: haji adalah titik balik yang mengubah cara seseorang me

Dalam hadis Nabi, terdapat anjuran untuk mengantar orang bepergian, mendoakannya, dan meminta doa dari orang yang akan safar. Ketiga poin ini menjadi ruh walimatu safar.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa walimatu safar masuk kategori urf hasan, yaitu tradisi baik yang tidak bertentangan dengan agama. Selama tidak ada unsur kemungkaran atau keyakinan keliru di dalamnya, maka tradisi semacam ini dibolehkan.

IFA.id mencatat bahwa para ulama berbeda pendapat bukan pada substansi doanya, tetapi pada bentuk acara walimah yang kadang dibuat berlebihan.

Dalam konteks Indonesia, tradisi ini sering disesuaikan dengan kondisi sosial. Bagi sebagian orang, walimatu safar hanya berupa kumpulan keluarga dan tetangga dekat.

Baca Juga: Kesehatan Mental Santri & Muslim Muda: Tantangan Baru Zaman Ini

Bagi yang lain, acaranya lebih besar. Selama tujuannya tetap: mendoakan yang akan berangkat, maka ia sejalan dengan nilai syariat.

Doa, Simbol Utama Walimatu Safar

Tidak ada walimatu safar yang lengkap tanpa doa. Doa yang paling umum adalah doa safar yang diajarkan Nabi: permohonan agar perjalanan diberi kemudahan dan dijauhkan dari keburukan.

Di banyak daerah, pemimpin doa juga menyelipkan permohonan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan rezeki.

Siapa yang tidak tergerak mendengar doa semacam itu? Ada rasa bahwa seseorang tidak benar-benar pergi sendirian. Ia membawa bekal spiritual dari orang-orang yang mencintainya.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB