ibrah

Mengapa Dzikir Jadi Terapi Mental Paling Menenangkan?

Jumat, 21 November 2025 | 19:17 WIB
Dzikir menjadi tempat kembali yang menenangkan ketika hati gelisah dan pikiran terasa penuh. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - merangkum sebuah kenyataan sederhana yang sering terlupakan: manusia bisa belajar menerima, menguatkan diri, dan menenangkan batin melalui sesuatu yang sangat dekat, yaitu dzikir.

Ada banyak riset modern tentang meditasi, pernapasan, hingga terapi kesadaran, tetapi sejak dulu Islam sudah menawarkan jalan yang lebih lembut dan menyentuh jiwa. Jalan itu adalah mengingat Allah secara terus menerus, dengan lisan, hati, dan kesadaran.

Banyak orang mungkin pernah mengalami momen ketika pikiran begitu bising. Rasanya seperti ada keributan kecil di dalam kepala yang tak mau diam.

Saat itulah cemas menyelinap, detak jantung naik, tidur tidak tenang, dan seolah dunia bergerak lebih cepat dari kemampuan diri sendiri. Dalam kondisi seperti ini, dzikir bukan hanya ibadah, melainkan bentuk pertolongan yang sangat manusiawi.

Baca Juga: Cara Islam Menguatkan Mental di Tengah Hidup yang Berat

Di banyak kesempatan, IFA.id mencatat bahwa dzikir bukan hanya rutinitas spiritual, tetapi juga mekanisme alami untuk menstabilkan mental.

Ada keheningan unik ketika lisan melafalkan kalimat dzikir secara lembut. Setiap tarikan napas terasa lebih panjang, setiap detak jantung lebih pelan, dan ada rasa hangat di dada seperti tangan yang memegang erat dan menenangkan.

Dzikir dan Sistem Saraf: Mengapa Ia Menenangkan?

Banyak orang bertanya-tanya: bagaimana mungkin kalimat yang diucapkan berulang bisa menenangkan mental?

Secara spiritual, jawabannya jelas: Allah menegaskan dalam QS Ar-Ra’d ayat 28 bahwa hati akan tenang saat mengingat-Nya. Tetapi dari sisi pengalaman manusia, ketenangan itu punya mekanisme yang sangat masuk akal.

Baca Juga: Rahasia Tenang Hati dalam Islam untuk Kesehatan Mental

Saat seseorang berdzikir dengan ritme yang konsisten, tubuh merespons seperti sedang melakukan terapi pernapasan.

Sistem saraf parasimpatik yang bertugas membuat tubuh rileks bekerja lebih dominan. Efeknya: pikiran jadi lebih ringan, tubuh terasa lebih hangat, dan kecemasan menurun.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB