IFA.id - Pernahkah terpikir, mengapa setiap kali isu kesetaraan gender dibicarakan, yang paling vokal sering hanya perempuan? Padahal, dalam pandangan Islam, laki-laki justru punya tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan keadilan bagi semua termasuk perempuan.
IFA.id mencatat, dalam sejarah Islam, perubahan besar sering justru lahir dari kolaborasi laki-laki dan perempuan yang saling menghormati.
Namun di zaman modern, narasi ini sering tereduksi: seolah perjuangan kesetaraan hanya milik satu pihak. Padahal, Islam menegaskan: “Sesungguhnya orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain” (QS. At-Taubah: 71).
Ayat ini bukan sekadar seruan spiritual, tapi mandat sosial. Artinya, laki-laki punya peran penting bahkan strategis dalam menegakkan keadilan gender di tengah masyarakat.
Baca Juga: Muslim Feminist: Gerakan dan Pemikiran untuk Kesetaraan Gender dalam Islam
Islam dan Konsep Kesetaraan yang Seimbang
Banyak yang keliru memahami konsep “kesetaraan” dalam Islam. Sering dianggap identik dengan “persamaan total”, padahal Islam mengajarkan keadilan yang proporsional.
Dalam Al-Qur’an, laki-laki dan perempuan disebut memiliki derajat yang sama di hadapan Allah, berbeda hanya dalam takwa dan tanggung jawab sosial. Rasulullah ﷺ menegaskan hal ini dalam sabdanya: “Perempuan adalah saudara kandung laki-laki.” (HR. Abu Daud)
Makna “saudara kandung” dalam konteks ini bukan sekadar hubungan sosial, tapi pengakuan penuh atas kesetaraan spiritual dan moral.
Maka, setiap laki-laki dituntut untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan yang juga melindungi hak perempuan di rumah, di tempat kerja, maupun di masyarakat.
Baca Juga: Tantangan Budaya Patriarki dalam Islam: Membongkar Mitos dan Realitas
Kesetaraan dalam Islam bukan soal siapa yang lebih unggul, tapi bagaimana setiap individu berperan sesuai fitrah dan tanggung jawabnya untuk menegakkan keadilan.
Rasulullah ﷺ: Teladan Laki-Laki yang Mengangkat Martabat Perempuan
IFA.id menemukan banyak kisah dalam sejarah Nabi yang memperlihatkan bagaimana laki-laki bisa menjadi penggerak kesetaraan gender.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai sosok suami yang lembut, mendengarkan pendapat istrinya, dan memberi ruang bagi perempuan untuk berpendapat di ruang publik.