Dalam peristiwa Hudaibiyah, misalnya, Ummu Salamah memberi saran kepada Nabi agar beliau menyembelih kurban terlebih dahulu agar para sahabat mengikuti. Nabi pun menerima sarannya tanpa ragu.
Baca Juga: Dari Ayat ke Praktik: Bagaimana Umat Muslim Menjalankan Prinsip Gender Setara
Tindakan itu sederhana, tapi maknanya besar: ia menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati dalam Islam tidak mematikan suara perempuan, tetapi menghormati dan melibatkannya.
Rasulullah ﷺ juga sering membantu pekerjaan rumah tangga, menjahit bajunya sendiri, bahkan memerah susu kambing. Ini bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan teladan etis bagi laki-laki Muslim masa kini: bahwa tanggung jawab domestik bukan monopoli perempuan.
Tantangan Laki-Laki Muslim di Era Modern
Meski ajaran Islam sudah jelas tentang kesetaraan, praktiknya masih jauh dari ideal. Di banyak masyarakat Muslim, budaya patriarki sering kali lebih kuat dari nilai Qur’ani.
Laki-laki yang mencoba bersikap egaliter justru kadang dianggap “kurang maskulin”. Padahal, Islam menilai kemuliaan bukan dari kekuasaan atas orang lain, melainkan dari kemampuan menjaga keadilan.
Baca Juga: Masa Depan Kesetaraan Gender dalam Tradisi Islam: Peluang dan Jalan ke Depan
IFA.id mencatat beberapa tantangan nyata:
-
Narasi sosial yang bias gender, yang menempatkan perempuan sebagai pihak “lemah” dan laki-laki sebagai pengendali.
-
Minimnya pendidikan gender dalam kajian Islam, membuat sebagian besar umat memahami teks agama tanpa konteks sosial.
-
Kurangnya teladan publik: figur laki-laki yang menunjukkan sikap adil dan mendukung perempuan masih sedikit disorot.
Akibatnya, banyak laki-laki tidak menyadari bahwa diam di tengah ketidakadilan pun termasuk bentuk pasif dari ketidakadilan itu sendiri.
Peran Laki-Laki dalam Mewujudkan Keadilan Gender
Peran laki-laki tidak berhenti pada dukungan moral. Ada langkah konkret yang bisa dilakukan:
Baca Juga: Ketika Islam Membuka Ruang: Perempuan dan Kepemimpinan di Era Modern
Artikel Terkait
Adab Menuju Masjid di Hari Jumat: Langkah Kecil yang Bernilai Besar di Sisi Allah
Doa Setelah Salat Jumat: Saat Hati dan Langit Saling Terhubung