ibrah

Riba dalam Pandangan Al-Qur’an: Tegasnya Larangan yang Sering Diabaikan

Senin, 27 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Larangan riba dalam Islam adalah peringatan moral dan ekonomi agar manusia hidup adil dan penuh berkah – IFA.id (Foto/Ilustrasi)

Mengapa Allah Mengharamkan Riba?

IFA.id merangkum tiga alasan besar di balik larangan ini: moral, sosial, dan spiritual.

  1. Moral:
    Riba menumbuhkan keserakahan dan mengikis empati. Orang yang memberi pinjaman berharap keuntungan tanpa peduli penderitaan orang lain. Akhlak seperti ini menumbuhkan sifat egois yang bertolak belakang dengan nilai kasih dalam Islam.

  2. Sosial:
    Riba memperlebar jurang kaya dan miskin. Dalam sistem berbunga, yang miskin makin tertekan oleh beban utang, sementara yang kaya semakin menumpuk kekayaan. Al-Qur’an menghendaki distribusi keadilan, bukan eksploitasi.

  3. Spiritual:
    Riba menumbuhkan ketergantungan pada harta dan mengikis keberkahan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Riba memiliki tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan seperti berzina dengan ibu kandung sendiri.” (HR. Ibnu Majah).
    Hadis ini menggambarkan betapa riba merusak hubungan spiritual manusia dengan Allah.

    Dampak Nyata Riba di Dunia Modern

    Baca Juga: Jika Riba Itu Dosa Besar, Mengapa Masih Banyak yang Menganggap Ringan?

IFA.id menemukan bahwa krisis keuangan dunia dari 1998 hingga 2008 banyak dipicu oleh sistem keuangan berbasis bunga tinggi dan spekulasi.

Ketika uang dijadikan komoditas tanpa nilai nyata, gelembung ekonomi mudah pecah. Inilah bentuk modern dari riba: keuntungan tanpa produktivitas.

Bahkan beberapa ekonom non-muslim seperti John Maynard Keynes dan Joseph Stiglitz pernah menyinggung bahwa “bunga tinggi memicu ketimpangan struktural dan memperlambat pertumbuhan ekonomi riil.”

Jika para ekonom dunia saja menyadari bahayanya, tak heran jika Al-Qur’an sudah mengingatkan jauh lebih awal.

Baca Juga: Umrah Jadi Tren Healing Rohani Generasi Muda Muslim

Riba dan Ketenangan Jiwa

Riba bukan hanya soal angka di layar rekening. Ia menyentuh hati. Banyak yang hidup dalam lilitan utang berbunga merasa kehilangan kedamaian.

Hidup mereka serba mengejar bukan menikmati. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan: mencari rezeki dengan halal, menghindari yang haram, dan berlapang dada atas rezeki yang datang.

IFA.id sering mendengar kisah pelaku usaha kecil yang beralih ke sistem tanpa bunga. Mereka memang kehilangan “akses cepat ke modal”, tapi justru menemukan ketenangan. Rezeki terasa berkah, dan relasi sosial menjadi lebih hangat.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB