IFA.id - Pernahkah terpikir, bagaimana satu langkah hijrah mampu mengguncang sejarah dunia?
Bukan sekadar perjalanan fisik dari Makkah ke Madinah, hijrah Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa monumental yang melahirkan peradaban baru berlandaskan iman, persaudaraan, dan keadilan sosial.
IFA.id mencatat, hijrah bukan hanya kisah spiritual umat Islam, tapi juga titik balik sosial-politik yang membentuk fondasi peradaban manusia hingga hari ini.
Tahun ke-13 kenabian menjadi masa paling genting. Umat Islam di Makkah ditekan, disiksa, dan dipinggirkan. Dalam keadaan yang hampir tanpa harapan, datang perintah Allah untuk berhijrah.
Namun hijrah bukan pelarian, melainkan strategi.
Rasulullah SAW dan para sahabat tidak pergi untuk menyerah, melainkan membangun dari awal di tanah baru, dengan semangat baru.
Baca Juga: Warisan Diplomasi Nabi: Surat-Surat Rasulullah ke Raja-Raja Dunia
Di Madinah, segalanya dimulai dari nol. Tapi di situlah peradaban Islam pertama tumbuh, bukan di atas kekuasaan, melainkan di atas nilai-nilai moral.
Hijrah adalah momen ketika iman diterjemahkan menjadi sistem sosial yang hidup.
Begitu Rasulullah tiba di Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan bukan membangun istana, melainkan membangun masjid. Dari sinilah segala urusan masyarakat diatur — mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga kebudayaan.
IFA.id melansir, masjid menjadi pusat gravitasi sosial pertama dalam sejarah Islam. Di sanalah lahir konsep masyarakat yang egaliter: semua manusia setara di hadapan Tuhan.
Tidak ada kasta, tidak ada diskriminasi, dan tidak ada perbedaan antara suku Aus atau Khazraj, antara Muhajirin dan Anshar.
Baca Juga: Huruf dan Wahyu: Bagaimana Al-Qur’an Mengubah Dunia Tulisan
Rasulullah SAW juga membangun ukhuwah (persaudaraan) antara dua kelompok besar itu.
Bayangkan: dua kabilah yang dulunya saling berperang, kini duduk satu majelis, makan satu meja, bahkan saling berbagi rumah dan pekerjaan.
Inilah titik lahirnya solidaritas sosial dalam Islam model masyarakat yang berlandaskan cinta kasih, bukan kepentingan politik.