ibrah

Huruf dan Wahyu: Bagaimana Al-Qur’an Mengubah Dunia Tulisan

Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Kaligrafi di dinding Masjid Alhambra, Spanyol, menjadi bukti bagaimana wahyu menginspirasi seni huruf yang tak lekang oleh waktu. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernah terbayang bagaimana satu wahyu bisa mengubah seluruh sistem tulisan dunia? Sebelum Al-Qur’an diturunkan, huruf Arab hanyalah rangkaian tanda sederhana di padang pasir. Tak beraturan, tanpa titik, tanpa keindahan.

Namun, sejak firman pertama Iqra’ turun di gua Hira, sejarah peradaban tulisan memasuki babak baru. Huruf-huruf yang dulu hanya alat tukar pesan kini menjelma menjadi medium keagungan, seni, dan ilmu.

IFA.id menelusuri bagaimana wahyu pertama itu bukan sekadar memerintahkan membaca, tapi membentuk seluruh tradisi literasi umat manusia.

Kisah ini dimulai pada malam ketika Jibril berkata, “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq.” Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Nabi Muhammad SAW, seorang ummi yang tak membaca dan menulis justru menerima perintah membaca.

Baca Juga: Dari Pasar Madinah ke Bursa Dunia: Warisan Ekonomi Rasulullah

Di sinilah keajaiban itu dimulai: wahyu tidak hanya membentuk iman, tapi juga menyalakan semangat ilmu dan tulisan.

Sebelum Islam datang, tulisan Arab Nabati digunakan terbatas di Jazirah Arab bagian utara. Belum ada standar bentuk huruf. Setiap suku menulis dengan variasi berbeda. Namun, Al-Qur’an yang diturunkan dalam bahasa Arab menuntut ketepatan dan keseragaman.

Ia memaksa umat untuk menulis, membaca, dan menghafal dengan cara yang sama demi menjaga keaslian wahyu.

Ketika para sahabat menuliskan wahyu di pelepah kurma, tulang unta, dan batu tipis, mereka bukan sekadar mencatat kata. Mereka sedang merancang fondasi baru bagi ilmu pengetahuan.

Setelah wafatnya Nabi SAW, muncul kekhawatiran akan hilangnya sebagian ayat karena banyak penghafal Qur’an gugur di medan perang.

Baca Juga: Madrasah Pertama di Dunia: Bagaimana Nabi Membangun Tradisi Ilmu

Maka Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, atas saran Umar bin Khattab, memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan wahyu menjadi satu mushaf. Dari sinilah sejarah penulisan Al-Qur’an dimulai secara resmi.

Mushaf itu ditulis tanpa titik dan tanda baca. Bayangkan, satu huruf bisa punya banyak kemungkinan bunyi.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB