Baca Juga: Kiamat Pribadi: Ketika Hidup Berakhir Sebelum Dunia Runtuh
Menyimpan emas dan perak harus memperhatikan keamanan dan kehalalan pengelolaan.
Ada tiga opsi:
-
Disimpan sendiri di rumah dengan brankas pribadi.
-
Disimpan di layanan safe deposit box milik bank syariah.
-
Disimpan di lembaga wakala dengan sistem akad wadi’ah (titipan).
IFA.id mengingatkan agar memastikan akad yang digunakan halal, bukan qardh (pinjaman) yang bisa menimbulkan riba terselubung. Selalu minta dokumen resmi yang menjelaskan akad dan tanggung jawab penyimpanan.
Berbeda dari trading emas online yang penuh spekulasi, investasi dinar dirham bersifat jangka panjang dan berbasis nilai riil.
IFA.id menekankan pentingnya menghindari praktik day trading atau jual beli cepat demi keuntungan singkat. Islam melarang gharar (ketidakpastian) dan maysir (judi), dua hal yang sering muncul di investasi jangka pendek.
Baca Juga: Turunnya Isa AS dan Kemenangan Cahaya: Harapan di Tengah Akhir Zaman
Cukup pantau nilai emas-perak tiap 3–6 bulan. Jika niatnya benar, ketenangan lebih terasa dibanding sekadar mengejar angka di layar.
Doa Agar Investasi Dinar Dirham Berkah
Tak ada investasi yang lebih kuat dari investasi yang disertai doa. Berikut doa yang bisa diamalkan:
اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummakfini bihalalika ‘an haramika, wa aghnini bifadhlika ‘amman siwaka.
Artinya: Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal-Mu dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu. (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: Fitnah Dajjal: Ujian Terbesar Umat Manusia Menjelang Akhir Zaman