ibrah

Cara Memulai Investasi Dinar Dirham Sesuai Syariah

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:23 WIB
nvestasi bukan sekadar menambah harta, tapi menanam keberkahan. Dinar dan dirham mengajarkan makna menjaga nilai dengan cara yang halal dan penuh doa ala IFA.id. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id - Pernahkah terdengar kisah orang yang tenang menghadapi krisis karena simpanannya bukan dalam bentuk uang kertas, melainkan logam mulia yang nilainya tak lekang oleh inflasi?

Ya, itu kisah nyata para investor dinar dan dirham alat tukar klasik yang kini kembali dilirik sebagai bentuk investasi syariah.

IFA.id mencatat, tren investasi dinar dirham meningkat pesat dalam dua tahun terakhir, terutama di kalangan muslim muda yang ingin mengelola harta dengan nilai spiritual dan stabilitas jangka panjang.

Tapi bagaimana cara memulainya dengan benar tanpa terjebak pada praktik yang melanggar prinsip syariah?

Baca Juga: Krisis Mata Uang dan Solusi Dinar di Era Modern

Sebelum melangkah ke cara memulai, penting memahami mengapa dinar dan dirham istimewa dalam Islam.

Dinar (emas 4,25 gram) dan dirham (perak 2,975 gram) telah digunakan sejak zaman Rasulullah SAW sebagai alat tukar dan penyimpan nilai.

Berbeda dengan uang fiat yang nilainya bisa anjlok karena inflasi, emas dan perak memiliki nilai intrinsik—berharga karena zatnya, bukan karena janjinya.

Menurut data World Gold Council, emas rata-rata mengalami kenaikan nilai 6–8% per tahun selama dua dekade terakhir.

Baca Juga: Dinar & Dirham: Investasi Sunnah di Akhir Zaman

Namun, bagi umat Islam, keuntungan bukan sekadar angka. Investasi dinar dan dirham berarti meneladani sistem ekonomi yang adil, stabil, dan sesuai syariah jauh dari unsur riba dan spekulasi.

IFA.id mengingatkan, langkah pertama sebelum berinvestasi dinar dirham bukan membeli logam mulia, melainkan meluruskan niat.
Tujuan utama investasi syariah bukan sekadar memperbanyak harta, tapi menjaga nilainya agar dapat digunakan untuk kebaikan dan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niatkan investasi bukan untuk menimbun, melainkan agar harta tetap bermanfaat, menjadi tabungan masa depan, atau bekal ibadah seperti haji, pendidikan anak, dan sedekah produktif.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB