IFA.id – Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merupakan salah satu masjid tertua di pulau Kalimantan. Dibangun pada awal abad ke-16, masjid ini menjadi bukti sejarah awal masuknya Islam di wilayah Banjar. Hingga kini, masjid tersebut masih berdiri kokoh sebagai pusat ibadah sekaligus warisan budaya yang dijaga dengan penuh rasa hormat.
Baca Juga: Zakat Penghasilan di Era Digital: Influencer, YouTuber, dan Content Creator
Arsitektur Masjid Sultan Suriansyah memadukan gaya Banjar dengan nuansa Islam. Bentuk atapnya yang tumpang empat menyerupai rumah adat Banjar, memberikan kesan kental akan identitas lokal. Meski sederhana, ukiran kayu dan detail arsitektur menunjukkan kearifan lokal yang berpadu indah dengan nilai-nilai Islami.
Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Zakat Gaji Bulanan dengan Rumus 2,5%
Masjid ini dibangun atas perintah Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang memeluk Islam. Tidak heran jika masjid ini memiliki makna simbolis yang besar, tidak hanya bagi masyarakat Banjar, tetapi juga untuk sejarah Islam di Kalimantan. Di area masjid juga terdapat makam Sultan Suriansyah yang sering diziarahi umat.
Baca Juga: Dakwah Lewat Musik, Pemuda Muslim Ubah Lirik Jadi Doa
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini menjadi saksi perjalanan dakwah Islam yang berlangsung damai di Kalimantan. Tradisi keagamaan, perayaan hari besar Islam, hingga kegiatan sosial masyarakat Banjar masih sering dipusatkan di sini, menjadikan masjid ini bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Di Balik Peristiwa Hijrah Nabi: Strategi, Iman, dan Keteguhan
Kini, Masjid Sultan Suriansyah diakui sebagai salah satu cagar budaya nasional. Dengan keindahan dan nilai sejarahnya, masjid ini tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga destinasi wisata religi yang memperkaya warisan Islam di Indonesia.