IFA.id -- Amarah adalah salah satu emosi yang dimiliki setiap manusia. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, amarah dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan, baik dalam hubungan sosial maupun kesehatan.
Islam sebagai agama yang penuh dengan hikmah mengajarkan umatnya untuk mengelola amarah dengan bijak agar tidak merusak diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Resep Donat Halal dengan Topping Cokelat Lumer
Pentingnya Mengendalikan Amarah dalam Islam
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga emosi dan menghindari sifat pemarah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 134)
Ayat ini menunjukkan bahwa menahan amarah adalah salah satu sifat terpuji yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan membawa kebaikan dalam kehidupan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
"Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan diukur dari kemampuan fisik, tetapi dari kemampuan seseorang dalam mengontrol emosinya.
Cara Islam Mengajarkan Kita Mengendalikan Amarah
Islam memberikan berbagai petunjuk tentang bagaimana cara mengelola amarah agar tidak berkembang menjadi sesuatu yang merugikan. Berikut adalah beberapa cara yang diajarkan dalam Islam:
1. Membaca Ta’awudz (Memohon Perlindungan kepada Allah)
Ketika merasa marah, langkah pertama yang dianjurkan dalam Islam adalah membaca ta’awudz, yaitu:
"A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim." (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.)
Marah sering kali datang dari bisikan setan, dan dengan membaca doa ini, kita memohon perlindungan kepada Allah agar dapat mengendalikan emosi.